Fakta Politik

Megawati Lantik Pinka Haprani Sebagai Ketua Umum TMP

Megawati Soekarnoputri melantik Pinka Haprani sebagai Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) untuk periode 2025-2030, menggantikan Hendrar Prihadi. Pelantikan berlangsung di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusa...

W
Wira Yudha
12 August 2026
31 pembaca
Megawati Lantik Pinka Haprani Jadi Ketum TMP Gantikan Hendrar Prihadi. (CNN Indonesia/Thohirin)
Megawati Lantik Pinka Haprani Jadi Ketum TMP Gantikan Hendrar Prihadi. (CNN Indonesia/Thohirin)

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, resmi melantik Diah Pikatan Orissa Putri Haprani, yang akrab disapa Pinka Haprani, sebagai Ketua Umum organisasi sayap partai, Taruna Merah Putih (TMP) untuk periode 2025-2030 pada Selasa (11/8) di Kantor DPP PDIP yang terletak di Menteng, Jakarta Pusat. Pinka menggantikan Hendrar Prihadi, yang biasa dipanggil Hendi.

Dalam sambutannya, Megawati menekankan pentingnya TMP untuk segera beraksi dalam menjalin hubungan dengan generasi muda. "Setelah pelantikan ini, TMP harus langsung bekerja membangun bonding dengan generasi muda. Jadilah ruang terbuka bagi generasi muda Indonesia untuk melakukan pendidikan politik, membangun semangat juang, dan kerja-kerja nyata di tengah rakyat," ujarnya.

Struktur Kepengurusan TMP

Beberapa nama yang terlibat dalam struktur kepengurusan TMP antara lain Patria Ginting, mantan Ketua BEM UI, Melki Sedek, serta jurnalis Pangeran Siahaan.

Pinka Haprani dan Pemilih Muda

Pinka Haprani, yang juga merupakan anggota Komisi I DPR, menyoroti pentingnya demografi pemilih Indonesia yang didominasi oleh generasi muda. Mengacu pada data KPU per Juli 2026, pemilih muda dari kalangan Milenial dan Gen Z diperkirakan akan mencapai sekitar 56 persen dari total pemilih pada Pemilu 2029. "Semangat kerja kita ke depan cuma satu: Politik Menjadi Asik. Kita mau bikin anak muda nyaman kenalan sama politik, sama PDI Perjuangan, tanpa merasa terbebani," katanya.

Pelantikan Pimpinan Badan Riset

Di kesempatan yang sama, Megawati juga melantik pimpinan badan riset partai dan Ketua Umum PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), yang merupakan sayap partai di bidang keagamaan. Untuk posisi Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan (BARAK) Pusat PDIP masa bakti 2025-2030, Megawati kembali menunjuk Andi Widjajanto. Sementara itu, Nasyirul Falah Amru dilantik sebagai Ketua Umum Bamusi.

Megawati menekankan pentingnya riset berbasis sains dalam partai politik. Ia berpendapat bahwa partai tidak boleh berjalan tanpa dukungan riset yang solid. "Sering kali orang berpikir kalau partai itu tidak memerlukan riset-riset. Padahal menurut saya, partai itu merupakan sebuah gerakan, riset itu adalah untuk sains," ujarnya.

Ia juga mengungkapkan keprihatinan terhadap angka pengangguran di kalangan terdidik yang mencapai 1 juta orang. Megawati meminta badan riset partai untuk mempelajari masalah tersebut dan mencari akar permasalahan serta solusinya. "Beberapa hari ini saya membaca di koran bahwa justru yang namanya orang-orang pintar kita itu tidak mempunyai pekerjaan sampai jumlahnya sedih sendiri melihat berita, katanya 1 juta. Ini saya sedang suruh untuk membedah sebetulnya apa alasannya tidak bisa kerja dan mengapa terjadi seperti itu," kata Megawati.

Artikel Terkait