PDI Perjuangan (PDIP) akan menyelenggarakan upacara untuk memperingati Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia di Sekolah Partai PDIP yang terletak di Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada hari Senin, 17 Agustus. Megawati Soekarnoputri, selaku Ketua Umum PDIP, akan bertindak sebagai inspektur upacara.
Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, mengonfirmasi bahwa upacara dimulai pada pukul 8 pagi dan Megawati Soekarnoputri akan hadir sebagai inspektur. "Benar (di Sekolah Partai), dimulai jam 8 pagi. Insya Allah dengan Inspektur Upacara Ibu Megawati Soekarnoputri," ujarnya kepada wartawan pada hari Minggu.
Tradisi Upacara di Sekolah Partai
Politikus PDIP, Guntur Romli, menjelaskan bahwa Megawati tidak akan menghadiri upacara di Istana karena bersamaan dengan peringatan di lingkungan partai. Upacara tersebut akan melibatkan masyarakat, pengurus DPP, serta para kader PDIP. "Seperti tradisi tahun-tahun sebelumnya, Ibu Megawati Soekarnoputri akan menjadi Inspektur Upacara Kemerdekaan RI ke-81 di Sekolah Partai DPP PDI Perjuangan Lenteng Agung," kata Guntur.
Amanat Peringatan Proklamasi
Andreas Hugo Pareira, Ketua DPP PDIP lainnya, menyatakan bahwa upacara peringatan kemerdekaan di halaman Masjid At Taufiq, Sekolah Partai, telah dilaksanakan selama bertahun-tahun. Ia menambahkan bahwa Megawati akan memberikan amanat terkait peringatan proklamasi sebagai refleksi kemerdekaan tahun ini. "Iya. Setiap tahun PDI Perjuangan melaksanakan upacara proklamasi 17 Agustus di Sekolah Partai di Lenteng Agung. Biasanya amanat peringatan proklamasi sebagai refleksi kemerdekaan dalam massa kontemporer," jelasnya.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi sebelumnya telah memastikan bahwa undangan untuk upacara peringatan HUT ke-81 RI telah disebar, termasuk kepada mantan presiden dan wakil presiden. Prasetyo menyebutkan bahwa konfirmasi kehadiran dari para tokoh nasional tersebut masih dalam proses. "Belum semuanya lengkap konfirmasinya karena ada juga yang baru saja tadi kontak kami, baru hari ini diterima oleh pihak keluarga, baik presiden terdahulu maupun wakil presiden terdahulu," ungkapnya kepada wartawan di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.