Memasuki usia 40 tahun dianggap sebagai momen yang tepat untuk mulai menyiapkan dana pensiun. Pada tahap ini, individu masih memiliki waktu sekitar 17 hingga 20 tahun untuk mengembangkan aset dan melakukan investasi sebelum memasuki masa pensiun.
Direktur Utama PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap), Panji Irawan, menyatakan bahwa banyak orang baru mulai memikirkan dana pensiun ketika mendekati masa pensiun. Namun, semakin awal persiapan dilakukan, semakin besar peluang untuk mencapai kondisi keuangan yang lebih baik di masa tua.
Pentingnya Memulai Sejak Dini
“Kami sebentar lagi akan meluncurkan program Life Begins at 40. Kami melihat usia 40 tahun masih menjadi waktu yang tepat untuk mulai mempersiapkan masa pensiun,” ungkap Panji dalam acara media gathering Bank Mantap di Ubud, Gianyar, Bali, pada Jumat malam, 3 Juli 2026. Ia menekankan bahwa idealnya, seseorang harus mulai berinvestasi sejak memperoleh penghasilan pertama. Namun, ia mengerti bahwa banyak orang baru dapat fokus pada persiapan dana pensiun setelah memenuhi kebutuhan lainnya, seperti membeli rumah, menikah, dan membiayai keluarga.
Oleh karena itu, usia 40 tahun dianggap sebagai momentum yang realistis untuk mulai merencanakan strategi keuangan menjelang pensiun. “Kalau mulai usia 40 tahun sampai usia pensiun masih ada sekitar 18 tahun. Waktu itu masih cukup untuk mempersiapkan diri,” tambahnya.
Strategi Investasi dan Perlindungan Kesehatan
Panji menyarankan agar masyarakat mulai membangun aset yang dapat menghasilkan pendapatan pasif setelah pensiun. Salah satu instrumen yang dianggap relatif aman adalah Surat Berharga Negara (SBN). Selain itu, masyarakat juga dapat mempertimbangkan reksa dana atau aset produktif lainnya sesuai dengan profil risiko masing-masing. “Yang paling sederhana kalau tidak punya waktu menjalankan usaha adalah berinvestasi. Salah satunya di Surat Berharga Negara karena risikonya relatif rendah. Reksa dana juga bisa menjadi pilihan sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Selain mempersiapkan dana pensiun, Panji juga mengingatkan pentingnya memiliki perlindungan kesehatan. Ia menjelaskan bahwa biaya kesehatan cenderung meningkat seiring bertambahnya usia, sehingga penting bagi masyarakat untuk memastikan diri terdaftar dalam program jaminan kesehatan. “Khusus untuk kesehatan, pemerintah sudah memiliki BPJS Kesehatan yang menjadi salah satu perlindungan paling terjangkau. Di luar itu, masyarakat juga perlu mempersiapkan investasi untuk menopang kebutuhan pada masa pensiun,” katanya.
Panji menambahkan bahwa Bank Mantap juga mendorong calon pensiunan untuk memiliki sumber penghasilan tambahan di luar uang pensiun bulanan. Penghasilan tersebut dapat berasal dari investasi atau usaha yang telah dipersiapkan sejak masih aktif bekerja. Ia percaya bahwa persiapan yang dilakukan jauh hari akan membantu masyarakat menjalani masa pensiun dengan kondisi keuangan yang lebih sehat dan tetap produktif. “Kami ingin para pensiunan bisa menjalani hidup lebih panjang, lebih bahagia, dan tetap sejahtera. Karena itu, persiapan pensiun tidak bisa dilakukan ketika sudah mendekati masa pensiun, tetapi harus dimulai sejak masih produktif,” tutup Panji.