Jakarta - Sebuah video yang beredar di media sosial menunjukkan pengakuan seorang sopir angkutan yang mengalami pemalakan dengan cara meminta uang untuk tiket parkir di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Polisi menyatakan akan menyelidiki kasus ini lebih lanjut.
Dalam video yang diunggah pada Selasa (21/7/2026), sopir tersebut mengungkapkan bahwa ia diminta membayar tiket parkir seharga Rp 25 ribu, namun ia hanya memberikan Rp 10 ribu. Kapolsek Tanah Abang, AKBP Dhimas Prastyo, memastikan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti informasi yang beredar. "Terkait informasi tersebut akan segera kami cek," ungkap Dhimas saat dihubungi, seperti dilansir oleh Antara. Ia menambahkan bahwa jika ditemukan pelanggaran, pihak kepolisian akan mengambil tindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Pengalaman Sopir Angkutan
Dalam video tersebut, sopir itu menjelaskan bahwa ia diminta uang setelah keluar dari Mal Thamrin City. "Tadi sempat diminta uang Rp 25.000. Saya kasih Rp 10.000 lalu dikasih tiket parkir," ucapnya. Ia juga menjelaskan bahwa sebenarnya tidak memarkirkan kendaraannya di tempat tersebut, melainkan hanya melintas setelah meninggalkan pusat perbelanjaan.
Pernyataan Sopir Lainnya
Seorang sopir lain, yang bernama Ramos, juga memberikan pengakuan serupa. Ia mengatakan pernah mengalami situasi yang sama dan menolak untuk membayar karena hanya melintas. "Saya pernah juga diminta uang seperti itu dan dikasih tiket. Padahal saya hanya lewat," tuturnya. Kasus ini menambah sorotan terhadap praktik pemalakan yang merugikan para sopir angkutan di kawasan tersebut.
Polisi juga telah menangkap pengedar tramadol di Tanah Abang, menandakan bahwa pihak berwenang semakin aktif dalam memberantas tindakan ilegal di area tersebut.