Semangat untuk memperbaiki pendidikan nasional kembali diangkat pada perayaan yang berlangsung di Ganara Art FX Sudirman, Jakarta, pada Sabtu (2/5). Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Sekolah Tanah Air, Bepro, dan GEKRAFS, yang meluncurkan program baru bernama “Gerakan Benerin 1000 Sekolah”. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong perbaikan fasilitas belajar, memperkuat literasi, dan meningkatkan kapasitas pendidik di berbagai wilayah.
Diskusi Hangat Mengenai Tantangan Pendidikan
Mengusung tema “Gerakan Pendidikan Kembali ke Akar”, forum ini dihadiri oleh lebih dari 350 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk pelajar, mahasiswa, guru, aktivis komunitas, akademisi, dan kreator muda. Diskusi berlangsung dengan antusias, di mana sejumlah pembicara membahas berbagai masalah mendasar yang dihadapi pendidikan di Indonesia. Isu seperti ketimpangan akses pendidikan, kualitas pembelajaran, dan kesenjangan fasilitas sekolah menjadi sorotan utama dalam perbincangan tersebut.
Tokoh-Tokoh Pendidikan yang Berperan
Beberapa tokoh yang turut hadir dalam acara ini antara lain M. Andy Zaky, Galih Sulistyaningra, Nada Aprianita, Reza Erfit, serta Ketua Umum Bepro, Luthfi Dipa. Rian Fahardhi, pendiri Sekolah Tanah Air, menyatakan bahwa gerakan ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi pendidikan yang seringkali hanya dibahas dalam ruang diskusi tanpa adanya tindakan nyata.