Jakarta, CNN Indonesia -- Ridho Rahmadi memberikan penjelasan setelah memutuskan untuk mundur dari posisi Ketua Umum (Ketum) Partai Ummat. Menantu Amien Rais ini membahas mengenai transisi kepemimpinan di dalam partai tersebut. "Ini tour of duty biasa, organisasi yang modern, kalau pelari di depan mulai 'ngos-ngosan', ya disambut estafet pelari selanjutnya, sehingga tim tetap mencapai garis finis. Saya sekarang kembali ke kampus Politeknik Artificial Intelligence BMD, ke habitat asli," ungkap Ridho.
Ridho menegaskan bahwa meskipun ia mundur dari jabatan Ketum, ia akan tetap aktif sebagai anggota Majelis Syura. Ia juga menyampaikan pesan dari Amien Rais terkait keputusan pengunduran dirinya. "Saya tidak di kepengurusan, tapi masih sebagai anggota Majelis Syura karena memang aturan di Partai Ummat, ketum adalah anggota Majelis Syura yang ditugaskan," jelasnya.
Dukungan dari Amien Rais
Ridho menambahkan bahwa ia telah berdiskusi dengan Amien Rais sebelum mengambil keputusan ini, dan Amien memberikan dukungan penuh. "Tentu saya berdiskusi dulu dengan Pak Amien, ya beliau mendukung keputusan ini, terlebih karena memang untuk fokus di kampus AI yang baru didirikan dan baru masuk tahun kedua," tambahnya.
Amien Rais juga memberikan pesan agar Partai Ummat mempersiapkan diri dengan baik menjelang Pemilu 2029. "Pak Amien mendukung, untuk pesan ke kepemimpinan baru agar mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadapi Pemilu 2029," kata Ridho.
Pergeseran Kepemimpinan di Partai Ummat
Ridho Rahmadi diketahui telah resmi mundur dari jabatan Ketua Umum Partai Ummat. Meskipun demikian, ia tetap berkomitmen untuk mendukung partai. Selain Ridho, Sekjen Partai Ummat Taufik Hidayat juga mengundurkan diri, yang membenarkan bahwa keputusannya tersebut sejalan dengan pengunduran Ridho.
"Iya betul per 20 Agustus 2026. Iya (mundur juga) karena terpilih satu paket bersama ketum," ungkap Taufik saat dikonfirmasi.
Dalam agenda Musyawarah Majelis Syura ke-8 Partai Ummat, juga diumumkan pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum dan Sekjen yang baru. Ansufri ID Sambo ditunjuk sebagai Plt Ketum Partai Ummat, sementara Muhammad Sadiq diangkat sebagai Plt Sekjen Partai Ummat.