Fakta Pendidikan

Nama Anak Tercatat di Dapodik Tanpa Pendaftaran Resmi: Diduga Ada Keterlibatan Oknum Posyandu

Beberapa orang tua melaporkan bahwa nama anak mereka telah terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) meskipun tidak pernah mendaftar di sekolah manapun. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai...

P
Padma Dewi
06 August 2026
44 pembaca
Ilustrasi siswa PAUD. Foto: CDC/Unsplash
Ilustrasi siswa PAUD. Foto: CDC/Unsplash

Jakarta - Sejumlah orang tua mengungkapkan bahwa mereka menemukan nama anak-anak mereka sudah terdaftar dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) meskipun tidak pernah melakukan pendaftaran di sekolah manapun. Keluhan ini sejalan dengan isu yang belakangan viral di media sosial.

Para orang tua merasa khawatir karena data anak-anak mereka berpotensi disalahgunakan oleh lembaga pendidikan. Mereka juga mengalami berbagai kesulitan saat mencoba mendaftarkan anak-anak mereka ke sekolah, termasuk penolakan pendaftaran dan kesulitan dalam memperoleh ijazah.

Dugaan Keterlibatan Kader Posyandu

R, salah satu orang tua, menjelaskan bahwa ia berniat mendaftarkan anaknya untuk tahun ajaran ini. Namun, pihak sekolah yang ia datangi mengatakan bahwa anaknya sudah terdaftar di sebuah kelompok bermain (kober). R mengaku tidak pernah melakukan pendaftaran ke lembaga pendidikan manapun. Setelah diselidiki, ia mendapati bahwa anaknya didaftarkan oleh seorang kader Posyandu yang juga mengajar di kober tersebut.

"Padahal saya belum pernah mendaftarkan anak saya ke sekolah manapun, pas ditelusuri ternyata anak saya didaftarkan ke kober yang dekat rumah saya sama kader posyandu, karena kadernya merangkap jadi guru di kober tersebut," tulisnya.

Setelah mengetahui hal ini, keluarga R meminta agar data anak mereka segera dihapus. R juga menyatakan bahwa bukan hanya anak pertamanya yang terdaftar, tetapi juga anak keduanya yang masih berusia 3,5 tahun.

"Untungnya ketahuan, terus suami saya minta untuk dikeluarkan dari data di kober tersebut, dan ternyata semua yang ikut posyandu di sana didaftarkan ke kober itu termasuk anak kedua saya yang usianya 3,5 tahun juga didaftarkan, parah banget," sambungnya.

Keluhan serupa juga disampaikan oleh orang tua S, yang menyebutkan bahwa oknum Posyandu juga terlibat dalam pendaftaran anaknya. "Aku pernah mengalami hal ini, saat mendaftarkan anakku ke TK, sekolahnya memberi tahu bahwa anakku sudah memiliki NIS dan terdaftar di PAUD dekat rumah. Setelah aku telusuri, ternyata pihak posyandu yang diam-diam mendaftarkan anakku di PAUD tersebut padahal itu saat COVID-19 dan anakku belum sekolah," ujarnya.

Kesulitan Mendapatkan Ijazah

Orang tua R juga mengungkapkan bahwa anaknya terdaftar sebagai lulus TK di Dapodik meskipun belum pernah bersekolah sebelumnya. Ketika anaknya kemudian mendaftar di TK lain, ia tidak bisa memperoleh ijazah.

"Seperti yang dialami anak saya, tahun kemarin baru saya daftarkan ke TK tapi ternyata dia sudah terdaftar di sekolah lain bahkan dinyatakan lulus, padahal saya baru mendaftar," tulis R. "Akibatnya saya yang dirugikan karena ketika lulus anak saya tidak dapat ijazah dari sekolah yang sekarang karena keterangan lulus di tempat lain, kami mendatangi TK bersangkutan dan mereka hanya berkata kesalahan tim operator, rumit, repot, dan mereka lepas tangan," sambungnya.

Orang tua R juga menambahkan bahwa anak keduanya terdaftar di TK di Dapodik karena dugaan pencurian data dari Kartu Keluarga (KK). Ia menjelaskan bahwa data KK tersebut bisa diakses oleh TK karena anak sulungnya sebelumnya bersekolah di sana.

"Anak yang kedua aku juga gitu, pas mau daftar ke TK dibilang anak bapak sudah terdaftar di TK lain, ternyata yang mendaftarkan TK dekat rumah dengan mencuri data lewat Kartu Keluarga yang sebelumnya kakaknya pernah sekolah di sana dan adiknya malah dimasukkan datanya tanpa sepengetahuan saya," tulisnya.

Orang tua R juga menyebutkan bahwa data anaknya diperoleh oknum TK dari KK dan KTP saat mereka meminta untuk kebutuhan 'pendataan anak'.

"Anakku dulu gitu loh pas masuk TK mau didaftarkan sama TK-nya ternyata sudah terdaftar namanya di TK lain padahal aku gak pernah sekolah di TK itu," tulisnya.

Ia juga menambahkan bahwa sebelumnya pernah diminta KK dan KTP saat pembukaan sekolah TK itu dengan alasan untuk pendataan anak, dan ia merasa tertipu karena data tersebut malah digunakan untuk mendaftarkan anaknya di Dapodik.

Kesulitan Mengubah Data

Orang tua S mengungkapkan kesulitan dalam mengubah data anaknya yang terdaftar di sebuah TK meskipun belum pernah mendaftar di sana. "Anakku juga gitu, terdaftar di satu TK, padahal belum daftar, cuma istri saya pernah main ke TK tersebut karena kawannya mengajar di sana, eh pas anakku sekolah di TK lain katanya harus cabut berkas dulu di sekolah lama," tulisnya.

Orang tua U juga mengalami hal serupa, di mana anaknya terdata di sekolah yang berbeda dengan tempat pendidikan yang sebenarnya. Ia pun harus mengurus perubahan data pendidikan anaknya.

Orang tua A juga merasakan kesulitan saat meminta pihak sekolah untuk memperbaiki data anaknya di Dapodik. "Anakku juga gitu, jauh banget lagi terdaftar sekolahnya. Kenapa tiba-tiba data anakku terdaftar di sekolah TK lain, pas didatangi sekolahnya bilang kepala sekolahnya pergi, inilah itulah, operator sekolahnya juga lagi libur," tulisnya.

Pihak sekolah yang bersangkutan disebutkan menolak untuk memperbaiki data. Orang tua M mengatakan bahwa anaknya berstatus sebagai murid titipan di satuan pendidikan saat ini.

"Kejadian itu pernah terjadi sama anak saya, saya belum pernah mendaftarkan anak saya ke sekolah manapun pada saat itu, tapi setelah saya daftarkan anak ke TK, kata kepala sekolahnya data anak sudah terdaftar di sekolah lain," tulis M.

Orang tua D juga mengalami hal yang sama, di mana pihak PAUD tempat anaknya terdaftar menolak untuk memperbaiki data di Dapodik. Ia menyebutkan bahwa kepala PAUD tempat anaknya belajar harus mengurusnya ke kementerian terkait.

Beberapa orang tua lainnya juga melaporkan bahwa anak-anak mereka terdaftar di sekolah yang berbeda dengan tempat mereka bersekolah. Mereka harus bolak-balik untuk mengurus penghapusan data yang tidak benar.

Jika Anda sebagai orang tua memiliki pengalaman serupa, silakan kirimkan pengalaman Anda di komentar atau melalui email redaksi.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait