Fakta Nasional

Netanyahu Mengancam Tindakan Militer Jika Ditangkap di Luar Negeri

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengeluarkan pernyataan tegas mengenai kemungkinan penangkapannya di luar negeri, menyatakan bahwa militer Israel siap untuk melakukan intervensi. Ancaman i...

D
Dila Rakasiwi
02 August 2026
26 pembaca
Benjamin Netanyahu (Foto: REUTERS/Amir Cohen)
Benjamin Netanyahu (Foto: REUTERS/Amir Cohen)

Tel Aviv - Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel, mengungkapkan ancaman terkait kemungkinan penangkapannya di luar negeri. Ia menegaskan bahwa militer Israel dalam keadaan siaga untuk melakukan intervensi guna menyelamatkannya. Pernyataan ini muncul di tengah ancaman penangkapan yang dihadapinya berdasarkan surat perintah dari Mahkamah Pidana Internasional (ICC), yang berkaitan dengan tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan oleh Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza.

Seruan Penangkapan dari Wali Kota New York

Belakangan ini, Wali Kota New York, Zohran Mamdani, menyerukan agar Netanyahu ditangkap jika ia mengunjungi Amerika Serikat. Mamdani secara terbuka menyebut Netanyahu sebagai "penjahat perang" dan meminta pemerintah federal AS untuk melaksanakan surat perintah penangkapan dari ICC terhadap pemimpin Israel tersebut.

Kekhawatiran Netanyahu dan Respons Militer

Dalam sebuah wawancara dengan presenter Fox News, Sean Hannity, Netanyahu ditanya mengenai kekhawatirannya jika ia harus mendarat di AS atau negara lain dalam keadaan darurat, seperti darurat medis. "Anda bepergian ke luar negeri, jangan sampai terjadi, lalu Anda mengalami keadaan darurat medis, dan harus mendarat, dan Anda hendak mendarat di negara yang mengakui ICC. Itu akan memperumit situasi. Apakah Anda mengkhawatirkan hal tersebut?" tanya Hannity.

Netanyahu menjawab, "Ya, saya memikirkannya. Anda tahu, kami memiliki pasukan khusus di sekitar ini. Saya sendiri pernah bertugas di sana selama lima tahun." Hannity kemudian menyebut militer Israel "sangat tangguh," dan Netanyahu menimpali, "Ya, mari kita berikan mereka tugas baru." Pernyataan ini menunjukkan bahwa unit pasukan khusus Israel dapat dikerahkan untuk menyelamatkannya jika ia ditangkap saat berada di luar negeri.

Walaupun Netanyahu tidak menjelaskan secara rinci mengenai mekanisme operasi penyelamatan tersebut, setiap tindakan militer yang dilakukan oleh suatu negara di wilayah negara lain tanpa izin dapat dianggap melanggar hukum internasional dan berpotensi memicu konflik diplomatik serius. Pernyataan Netanyahu ini muncul seiring dengan laporan media yang menunjukkan bahwa surat perintah penangkapan ICC telah membatasi kebebasannya dalam melakukan perjalanan ke luar negeri. Hal ini memaksa Israel untuk mempertimbangkan dengan hati-hati setiap rute perjalanan yang berpotensi menegakkan surat perintah tersebut.

Menurut Statuta Roma yang menjadi dasar berdirinya ICC, setiap negara anggota umumnya diwajibkan untuk bekerja sama dengan mahkamah tersebut, termasuk melaksanakan surat perintah penangkapan, meskipun penerapannya sering kali menjadi perdebatan hukum dan politik. Selain seruan dari Mamdani di AS, beberapa pemerintah negara Eropa juga telah menyatakan akan bertindak sesuai dengan kewajiban hukum internasional jika Netanyahu memasuki wilayah mereka.

Artikel Terkait