Fakta Pendidikan

Pakar Kesehatan: Anak dan Remaja Juga Rentan Terhadap Asam Urat

Asam urat sering dianggap sebagai penyakit orang tua, namun sebenarnya dapat menyerang anak-anak dan remaja. Dokter menjelaskan faktor-faktor risiko yang dapat menyebabkan kondisi ini.

P
Panca Akbar Saputra
11 August 2026
25 pembaca
Ilustrasi Asam Urat. (Foto: Getty Images/Sorapop)
Ilustrasi Asam Urat. (Foto: Getty Images/Sorapop)

Jakarta - Penyakit asam urat atau gout arthritis sering kali dipandang sebagai masalah kesehatan yang hanya dialami oleh orang-orang yang sudah lanjut usia. Namun, kenyataannya, kondisi ini juga dapat menyerang individu di usia produktif, termasuk remaja dan anak-anak. Dr. Oryzafira Gayatri, seorang dokter di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, mengungkapkan bahwa asam urat merupakan peradangan pada sendi yang terjadi akibat penumpukan kristal asam urat (monosodiumurate) di area persendian.

Kristal asam urat terbentuk ketika kadar asam urat dalam darah meningkat dan mengendap di jaringan sendi. Gejala asam urat dapat muncul secara mendadak, biasanya pada malam hari atau saat bangun tidur. Sendi yang terkena akan tampak bengkak, kemerahan, terasa hangat, dan sangat nyeri saat disentuh. Sendi yang paling sering mengalami masalah ini adalah pangkal ibu jari kaki, namun lutut, pergelangan kaki, pergelangan tangan, siku, bahu, pinggul, dan tulang belakang juga bisa terpengaruh.

Penyebab dan Faktor Risiko Asam Urat

Dr. Oryzafira menjelaskan bahwa asam urat terbentuk dari proses pemecahan purin di dalam tubuh. Purin merupakan komponen yang banyak terdapat dalam makanan seperti daging merah, jeroan, makanan laut, dan kerang. Selain itu, konsumsi minuman beralkohol juga dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Selain pola makan, faktor-faktor seperti riwayat keluarga dan obesitas juga berkontribusi pada peningkatan risiko terkena asam urat.

Empat Tahap Perkembangan Penyakit

Penyakit asam urat berkembang melalui empat tahap, yaitu: 1. Kadar asam urat yang tinggi tanpa gejala; 2. Serangan akut yang menyebabkan nyeri dan peradangan pada sendi; 3. Masa ketika gejala mereda tetapi risiko kekambuhan tetap tinggi; 4. Munculnya benjolan asam urat atau tophi.

Meskipun asam urat belum dapat disembuhkan sepenuhnya, penyakit ini dapat dikendalikan melalui pengobatan dan perubahan gaya hidup. Penderita disarankan untuk mengonsumsi obat sesuai resep dokter, menghindari penggunaan obat tanpa pengawasan medis, serta membatasi makanan tinggi purin dan alkohol. Selain itu, penting untuk memperbanyak konsumsi air putih dan memberikan istirahat pada sendi yang mengalami peradangan.

Dr. Oryzafira juga menyarankan agar masyarakat membatasi konsumsi makanan dan minuman yang tinggi gula serta purin, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, memenuhi kebutuhan cairan minimal dua liter per hari, mengendalikan penyakit penyerta, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. "Semakin dini penyakit asam urat dikenali dan ditangani, semakin besar peluang untuk mencegah kekambuhan dan komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup pasien," ujarnya.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait