Fakta Nasional

Panggilan Mojtaba Khamenei untuk Memperkuat Ekonomi Iran di Tengah Sanksi AS

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menekankan pentingnya memperkuat produksi domestik dan mengurangi ketergantungan pada dolar AS, seiring dengan meningkatnya tekanan ekonomi akibat sanksi bar...

P
Padma Dewi
30 August 2026
28 pembaca
Foto: Mojtaba Khamenei (dok. Reuters)
Foto: Mojtaba Khamenei (dok. Reuters)

Jakarta - Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran, mengajak untuk memperkuat produksi dalam negeri serta mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di tengah dampak ekonomi dari sanksi yang diberlakukan oleh Washington. Mojtaba menegaskan bahwa langkah ini sangat penting untuk mengatasi berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi Iran.

Wakil Presiden JD Vance menyatakan bahwa fokus utama AS dalam konflik dengan Iran adalah menurunkan harga minyak dan bensin bagi masyarakat Amerika, sementara upaya untuk mencegah Teheran memperoleh senjata nuklir kini menjadi prioritas kedua.

Sikap AS yang Berubah

Pernyataan ini menunjukkan pergeseran sikap yang lebih tegas dibandingkan dengan pernyataan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang pada 4 Agustus lalu mengatakan kepada media CNBC bahwa kesepakatan dengan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dapat dicapai dalam waktu dekat. Komentar tersebut sempat mendorong kenaikan di bursa Wall Street dan penurunan harga minyak.

Pada bulan Juli, Departemen Keuangan AS memperluas sanksi yang menargetkan jaringan pelayaran dan keuangan Iran, setelah serangan yang dilakukan oleh Teheran terhadap kapal-kapal internasional di Selat Hormuz.

Pentingnya Produksi Dalam Negeri

Dalam pernyataan terbarunya, Mojtaba Khamenei menyampaikan bahwa meningkatkan ketergantungan pada produksi dalam negeri adalah kunci untuk mengatasi masalah ekonomi yang ada. Dia juga menyerukan pengurangan bertahap peran dominan dolar AS dalam perekonomian Iran.

Dalam pesan yang disampaikan untuk memperingati Pekan Pemerintah Iran, Mojtaba meminta pemerintah untuk memberikan perhatian serius terhadap berbagai tantangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, termasuk inflasi, pengangguran, serta pengendalian harga dan pengaturan pasar barang dan jasa. "Kunci utama untuk mengatasi semua persoalan ini terletak pada peningkatan ketergantungan terhadap produksi dalam negeri," ujarnya.

Dia juga mengusulkan sejumlah langkah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan investasi, serta mengarahkan investasi ke sektor-sektor yang penting. Selain itu, Mojtaba menekankan perlunya meningkatkan produksi dan mengurangi ketergantungan terhadap dolar secara bertahap, dengan harapan bahwa kebijakan "ekonomi perlawanan" dapat menjadi prioritas utama dalam agenda ekonomi pemerintah Iran.

Mojtaba, yang belum tampil di depan publik sejak menjabat pada awal Maret lalu, juga menekankan pentingnya memastikan pasokan barang kebutuhan pokok yang memadai. Dia menambahkan bahwa jika produksi dalam negeri belum mencukupi, maka impor harus dilakukan secara "tepat dan bijak".

Menurutnya, upaya untuk mendorong produksi dan mengelola impor serta harga dapat secara bertahap mengurangi masalah dalam perekonomian Iran hingga masalah tersebut dapat diatasi sepenuhnya.

Seiring dengan langkah Washington yang memberlakukan sanksi tambahan untuk melemahkan perekonomian Teheran, nilai tukar Rial Iran telah merosot ke rekor terendah, dengan nilai tukar terhadap dolar AS di pasar bebas mencapai lebih dari 2.000.000 Rial per dolar AS baru-baru ini.

Teknologi dan Inovasi sebagai Solusi

Mojtaba Khamenei juga menyoroti pentingnya penerapan teknologi dan inovasi yang diusulkan oleh kalangan muda Iran. Dia percaya bahwa pemanfaatan teknologi secara tepat waktu dapat membawa kemajuan signifikan di berbagai sektor, termasuk pertanian, industri, komunikasi, dan pendidikan.

Dia memuji pemerintahan Presiden Masoud Pezeshkian selama masa perang, yang dinilai mampu menyediakan barang dan layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat, memperbaiki fasilitas penting yang rusak, serta mengelola pasokan energi di tengah "pembatasan dan konspirasi musuh Amerika Zionis" dan "intensifikasi sanksi dan blokade". Mojtaba menggambarkan Pezeshkian sebagai presiden yang "tulus dan penuh perhatian".

Dalam pernyataannya, Mojtaba juga menyerukan langkah-langkah untuk menjaga "persatuan dan memelihara kohesi sosial". "Tidak diragukan lagi, setiap pernyataan yang mematahkan semangat dan melemahkan motivasi nasional maupun publik, serta segala bentuk dikotomi semu -- seperti perang atau negosiasi, konsensus atau ekstremisme, kompromi atau hasutan perang -- yang di masa lalu telah memicu kerugian bagi rakyat kita, dapat menimbulkan dampak serupa di masa mendatang," tegasnya.

"Oleh karena itu, saya menegaskan bahwa melakukan tindakan apa pun yang merusak kohesi sosial adalah dilarang," tambah Pemimpin Tertinggi Iran tersebut.

Artikel Terkait