Fakta Politik

Panglima TNI dan Kapolri Gelar Rapat Koordinasi Keamanan Menjelang Hari Kemerdekaan

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengadakan rapat koordinasi di DPR untuk membahas pengamanan menjelang peringatan hari Kemerdekaan pada 17 Agustus.

P
Padma Dewi
10 August 2026
37 pembaca
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo rapat koordinasi membahas pengamanan jelang hari Kemerdekaan 17 Agustus.CNN Indonesia/Kadafi
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo rapat koordinasi membahas pengamanan jelang hari Kemerdekaan 17 Agustus.CNN Indonesia/Kadafi

Jakarta, CNN Indonesia -- Jenderal Agus Subiyanto, Panglima TNI, bersama Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolri, hadir dalam rapat koordinasi yang diadakan di kompleks parlemen pada Senin (10/8). Rapat ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, dengan kehadiran pimpinan Komisi I dan III DPR, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Kolaborasi untuk Keamanan

Usai pertemuan, Agus menyatakan, "Jadi kita juga berkoordinasi dengan kepolisian dan elemen masyarakat lainnya supaya dalam pelaksanaan kegiatan pengamanannya bisa berkolaborasi." Dia juga mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh oleh berita hoaks yang beredar di media sosial.

Imbauan untuk Masyarakat

Agus mengajak masyarakat untuk tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak jelas. "Apalagi nanti akan kita merayakan hari ulang tahun kemerdekaan, mari kita sambut dengan bergembira perayaan hari ulang tahun kemerdekaan RI," ujarnya. Meskipun demikian, Agus tidak merinci berita hoaks yang dimaksud. Ia menekankan bahwa saat ini banyak informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan beredar luas di masyarakat.

Dia menambahkan, "Jadi berita itu kan beredar sangat masif dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Jadi sekali lagi saya mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita-berita yang beredar yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya."

Artikel Terkait