Fakta Politik

Partai Gerakan Rakyat Resmi Daftar Sebagai Partai Politik di Kemenkumham

Partai Gerakan Rakyat (PGR) telah resmi mendaftarkan diri sebagai partai politik di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pada Kamis, 23 Juli 2026, setelah melengkapi dokumen yang diperlukan.

P
Padma Dewi
24 July 2026
53 pembaca
Partai Gerakan Rakyat (PGR) resmi mendaftar sebagai partai politik. CNN Indonesia/Taufiq Hidayatullah
Partai Gerakan Rakyat (PGR) resmi mendaftar sebagai partai politik. CNN Indonesia/Taufiq Hidayatullah

Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Gerakan Rakyat (PGR) telah menyerahkan dokumen pendaftaran sebagai partai politik kepada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia pada hari Kamis, 23 Juli 2026. Sahrin Hamid, selaku Ketua Umum PGR, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh pengurus di berbagai daerah yang telah menyelesaikan Surat Keterangan Terdaftar (SKT) per tanggal 22 Juli 2026.

"Alhamdulillah kemarin, tanggal 22 Juli 2026, kita melengkapi 38 Surat Keterangan Terdaftar. 38 Surat Keterangan Terdaftar dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai dengan Pulau Rote, telah kita sempurnakan ikhtiar ini untuk Indonesia yang lebih baik," ungkap Sahrin dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 24 Juli 2026.

Partai dari Arus Bawah

Sahrin menegaskan bahwa Partai Gerakan Rakyat lahir dari bawah, bukan hasil dari pembentukan oleh kalangan elit politik. "Ini bukan partai yang datang dari atas. Ini bukan partai yang diturunkan dari atas diperintahkan untuk dibangun. Ini partai yang lahir, tumbuh, dan berkembang dari bawah, Saudara-Saudaraku," tambahnya.

Langkah Awal Menuju Pemilu 2029

Dia juga mengingatkan kepada seluruh kader bahwa pendaftaran di Kemenkumham hanyalah langkah awal dalam proses panjang untuk mendapatkan legalitas dan berpartisipasi dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mendatang. "Fase berikutnya kita harus menerima badan hukum. Setelah kita mendapatkan sebagai badan hukum, tahun depan kita mendapatkan sebagai peserta pemilu, maka fase berikutnya kita harus memenangkan Pemilihan Umum 2029," ujarnya.

Sahrin Hamid sebelumnya menjabat sebagai juru bicara Anies Baswedan pada Pilpres 2024, di mana Anies berpasangan dengan Muhaimin Iskandar. Anies juga telah diakui sebagai 'Tokoh Inspirasi' yang menjadi bagian dari Partai Gerakan Rakyat dan hadir dalam acara deklarasi partai yang diadakan pada 27 Februari 2025.

Pada kesempatan yang sama, Sahrin menyatakan bahwa kehadiran Anies dalam deklarasi tersebut sangat berarti. "Mas Anies Baswedan kita tahu bahwa sebagai tokoh inspirasi, tokoh penggerak dan panutan kita semua, maka kita tentunya ucapkan berterima kasih atas kehadiran Mas Anies di tengah-tengah kita," jelasnya. Ia menambahkan bahwa Anies juga menjadi bagian dari Ormas Gerakan Rakyat, meskipun tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai posisinya di organisasi tersebut.

"Kita tahu bahwa yang tadi baru pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat. Jadi Dewan-Dewan yang lain belum ada pengukuhan sama sekali. Hanya baru Dewan Pimpinan Pusat," ujarnya. "Pak Anies adalah tokoh panutan, tokoh inspirasi dan kita tahu bahwa semangat perubahan simbolnya adalah Pak Anies. Gerakan rakyat adalah gerakan perjuangan, gerakan perubahan. Sehingga tentunya relevansinya harus ada Pak Anies di situ," imbuhnya.

Artikel Terkait