Tuesday, 12 May 2026
Fakta Ekonomi

Pasar Saham Menguat, Kapitalisasi Tembus Rp12.406 Triliun

Perdagangan saham menunjukkan tren positif pada periode 4 hingga 8 Mei 2026, meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada di bawah 7.000. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) pun...

D
Dila Rakasiwi
10 May 2026 11 pembaca
Pasar Saham Menguat, Kapitalisasi Tembus Rp12.406 Triliun

Aktivitas perdagangan saham mengalami penguatan yang signifikan antara 4 hingga 8 Mei 2026. Meskipun terjadi peningkatan dalam aktivitas transaksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bertahan di bawah level psikologis 7.000.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat bahwa rata-rata volume transaksi harian mengalami kenaikan sebesar 23,57 persen, mencapai 45,86 miliar lembar saham, dibandingkan dengan 37,11 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya. “Data perdagangan saham di BEI selama periode 4—8 Mei 2026 ditutup positif. Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini yang naik sebesar 23,57 persen menjadi 45,86 miliar lembar saham dari 37,11 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya,” ungkap BEI dalam keterangannya.

Peningkatan Nilai dan Frekuensi Transaksi

Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian juga meningkat sebesar 26,14 persen menjadi Rp23,06 triliun, dibandingkan dengan Rp18,27 triliun pada pekan sebelumnya. Frekuensi transaksi harian juga mengalami kenaikan sebesar 9 persen, mencapai 2,55 juta kali transaksi, dibandingkan dengan 2,34 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Selama sepekan tersebut, IHSG mengalami penguatan sebesar 0,18 persen dan ditutup di level 6.969,396, naik dari posisi 6.956,804 pada pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar BEI juga meningkat sebesar 0,19 persen menjadi Rp12.406 triliun dari Rp12.382 triliun. “IHSG selama sepekan mengalami peningkatan sebesar 0,18 persen dan ditutup pada level 6.969,396 dari 6.956,804 pada pekan lalu. Kapitalisasi pasar BEI turut meningkat sebesar 0,19 persen menjadi Rp12.406 triliun dari Rp12.382 triliun pada pekan sebelumnya,” jelas BEI.

Pergerakan Investor Asing

Dari sisi investor, pelaku asing mencatatkan beli bersih sebesar Rp11,42 triliun pada akhir pekan ini. Namun, secara kumulatif sepanjang tahun 2026, investor asing masih mencatatkan jual bersih sebesar Rp37,61 triliun. Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa kondisi industri pasar modal domestik mulai menunjukkan perbaikan setelah mengalami tekanan pada bulan Januari hingga Februari 2026.

Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan bahwa dinamika pasar dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global. “Pasar modal dalam negeri bergerak dinamis di kuartal I tahun ini, seiring peningkatan ketidakpastian global,” kata Friderica dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan di Kompleks BI, Jakarta, Kamis (7/5/2026).

Sebagai evaluasi kuartal I 2026, IHSG tercatat berada di level 7.048,22 per 31 Maret 2026, mengalami koreksi sebesar 18,49 persen, namun masih menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 8,26 persen secara tahunan. Memasuki bulan Mei 2026, IHSG kembali menunjukkan tren penguatan. "Memasuki bulan Mei 2026, IHSG menunjukkan tren penguatan, per 5 Mei 2026 ditutup pada level 7.057,11, sehingga indeks telah terapresiasi sebesar 1,44 persen secara month to date,” tambahnya.

// Artikel Terkait