Fakta Politik

Peluang Ekspor untuk UMKM di Eks Lokalisasi Dolly

Anggota DPR RI, Andreas Eddy Susetyo, menilai potensi ekspor bagi pelaku UMKM Gotong Royong di Putat Jaya, Surabaya, sangat menjanjikan. Hal ini diungkapkan dalam kegiatan Klinik UMKM Gotong Royong ya...

D
Dila Rakasiwi
11 August 2026
30 pembaca
Mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) mendorong UMKM di eks Lokalisasi Dolly dibukakan peluang ekspor agar produk mereka go internatioal. (Arsip Istimewa).
Mantan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) mendorong UMKM di eks Lokalisasi Dolly dibukakan peluang ekspor agar produk mereka go internatioal. (Arsip Istimewa).

Jakarta, CNN Indonesia -- Anggota DPR RI Andreas Eddy Susetyo mengungkapkan bahwa pelaku UMKM Gotong Royong yang berada di kawasan Putat Jaya, eks lokalisasi Dolly, Surabaya, memiliki peluang besar untuk memasuki pasar ekspor. Pernyataan tersebut disampaikan saat ia ditemui di Jakarta pada tanggal 11 Agustus, bertepatan dengan kegiatan berbagi kisah sukses pelaku UMKM Gotong Royong dalam rangkaian Klinik UMKM Gotong Royong yang diadakan di daerah tersebut.

Dukungan dari Andreas ini merupakan respons terhadap permintaan mantan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, yang berharap agar UMKM Gotong Royong dapat diarahkan untuk membantu pelaku usaha yang sedang berkembang, seperti Pahlawan Ekonomi, agar produk mereka dapat naik kelas dan menembus pasar internasional. "Kalau Mas Andreas bisa bantu untuk ekspor, Insya Allah nanti UMKM Gotong Royong bisa berkembang," ujar Risma dalam sesi tanya jawab Klinik UMKM Gotong Royong pada 9 Agustus.

Contoh Keberhasilan Pelaku UMKM

Risma juga menekankan pentingnya memastikan bahwa pasar domestik sudah kuat sebelum membahas tentang ekspor. Ia memberikan contoh pelaku Pahlawan Ekonomi yang telah ada dan berhasil, seperti Enceng Gondok Witrove, Selendang Semanggi, Kopi Jelly De'nil, dan Diah Cookies. Selain itu, ada juga pelaku Pahlawan Ekonomi dari kawasan Putat Jaya, eks lokalisasi Dolly, yang menjadi inisiator acara dan sukses, seperti Sandal Hotel/Alas Kaki Mampu Jaya, Batik Jarak Arum, dan Sablon Indana Production.

Dalam sambutannya, Andreas menegaskan pentingnya peran UMKM dalam perekonomian nasional. Ia menyebutkan bahwa sektor ini menyerap sekitar 90 persen tenaga kerja di Indonesia, dengan 65 persen di antaranya adalah perempuan. "UMKM ini sangat penting di dalam struktur ekonomi Indonesia, karena yang menyerap tenaga kerja itu ada 90 persennya. Jadi sebetulnya Indonesia ini sangat tergantung dari pelaku UMKM," ungkap Andreas.

Program Pendampingan untuk UMKM

Andreas juga menambahkan bahwa keberlanjutan usaha para pelaku UMKM di eks Dolly menjadi perhatian khusus dalam Klinik UMKM Gotong Royong, yang bekerja sama dengan Dinas Koperasi UMKM Perdagangan Kota Surabaya. Mereka mendampingi pelaku usaha dalam berbagai aspek, mulai dari pengurusan izin (NIB), hak kekayaan intelektual (HAKI), produksi, pemasaran online, hingga pengelolaan keuangan usaha. Program ini dilengkapi dengan aplikasi UMKM Gotong Royong sebagai sarana pendampingan yang aktif dan responsif.

Dalam sesi tanya jawab, para peserta mengajukan pertanyaan mengenai cara memperkenalkan produk UMKM ke instansi dan lembaga yang lebih luas, termasuk ke sekolah-sekolah. Beberapa peserta juga meminta pelatihan pemasaran digital secara khusus, mengingat selama ini pendampingan yang diterima lebih banyak berfokus pada produksi. Ada pula yang menanyakan bagaimana cara menjadi pemenang tanpa harus bersaing dalam perang harga yang merugikan.

Menanggapi hal tersebut, Risma menekankan agar pelaku UMKM tidak hanya bergantung pada pendekatan melalui instansi atau dinas. Menurutnya, kunci keberhasilan pemasaran terletak pada kekuatan produk itu sendiri dan kesiapan untuk menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk melalui penjualan daring. Ia mencontohkan pengalamannya dalam menggandeng platform digital global untuk membantu pelaku UMKM Surabaya berjualan secara online sejak program Pahlawan Ekonomi dimulai. Pelatihan lanjutan mengenai pemasaran digital, kemasan, dan branding akan menjadi bagian dari program pendampingan berkelanjutan bagi peserta Workshop UMKM Gotong Royong.

Rangkaian Workshop dan Bazaar Kemerdekaan di Kampung Dolly diadakan melalui pelatihan yang berlangsung selama seminggu. Untuk kerajinan, pelatihan mencakup pembuatan dompet, rompi, dan alas kaki. Setelah produk selesai, pemasaran akan dilakukan melalui Bazaar, Sentra-Sentra UMKM Pemerintah Kota Surabaya, dan jaringan hotel yang peduli.

Sementara itu, untuk sektor makanan, pelatihan mencakup pembuatan nasi kotak yang menarik, masakan Korea, dim sum, serta berbagai minuman. Setelah pemasaran langsung melalui Bazaar Kemerdekaan, upaya sedang dilakukan untuk memasukkan produk ke Sentra-Sentra Wisata Kuliner Pemerintah Kota Surabaya dan tentunya melalui aplikasi serta penjualan digital.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan Bazaar Kemerdekaan UMKM Gotong Royong pada 9 Agustus, yang dihadiri oleh ratusan pelaku UMKM dan warga setempat. Diharapkan melalui Agenda Gotong Royong ini, kawasan Putat Jaya yang sebelumnya dikenal sebagai lokalisasi Dolly dapat terus bertransformasi menjadi kawasan ekonomi kreatif yang mandiri, dengan produk-produk unggulan dari warga yang mampu bersaing di pasar lokal, nasional, bahkan hingga pasar ekspor.

Artikel Terkait