Fakta Pendidikan

Peluncuran Buku tentang Transisi Energi oleh Rektor ITPLN, Dorong Kesadaran Lingkungan

Rektor Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, meluncurkan buku berjudul "Bumi yang Terjaga" yang membahas transisi energi berkelanjutan di Jakarta pada 22 Juli.

A
Agustinus Jaya Wiratama
22 July 2026
73 pembaca
Rektor ITPLN Meluncurkan Buku Transisi Energi, Dorong Lahirnya Generasi Penjaga Bumi
Rektor ITPLN Meluncurkan Buku Transisi Energi, Dorong Lahirnya Generasi Penjaga Bumi

Rektor Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, telah meluncurkan buku yang berjudul "Bumi yang Terjaga: Transisi Energi untuk Indonesia yang berkelanjutan" di Jakarta Convention Center pada Rabu, 22 Juli. Peluncuran buku ini merupakan bagian dari komitmen ITPLN untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya transisi energi.

Buku ini tidak hanya membahas aspek teknologi, tetapi juga menyoroti isu keberlanjutan lingkungan, keadilan sosial, serta masa depan sektor energi di Indonesia. Prof. Iwa menekankan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada sekadar menghasilkan lulusan dengan keterampilan teknis. Ia berpendapat bahwa institusi pendidikan juga harus mencetak generasi yang peka terhadap dampak sosial dan ekologis dari setiap keputusan yang diambil.

Tanggung Jawab Pendidikan Tinggi

“Tugas kami bukan hanya menghasilkan lulusan yang mampu menghitung daya atau merancang jaringan listrik. Tugas kami adalah membentuk penjaga bumi, generasi yang memahami dampak sosial dan ekologis dari setiap keputusan teknis yang mereka ambil,” ujar Prof. Iwa.

Buku "Bumi yang Terjaga" ditulis oleh Prof. Iwa bersama dengan dosen ITPLN, Rakhmadi Irfansyah Putra, S.Kom., MMSI. Karya ini lahir dari keprihatinan akan masih minimnya referensi yang komprehensif mengenai transisi energi yang dapat diakses oleh masyarakat luas. “Gagasan penyusunan buku berawal dari diskusi sederhana mengenai kebutuhan akan bacaan yang dapat menjangkau berbagai kalangan,” katanya.

Target Pembaca yang Luas

Buku ini tidak hanya ditujukan untuk mahasiswa teknik, tetapi juga untuk pembuat kebijakan, pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat umum yang ingin memahami perubahan dalam sektor energi. “Kami ingin menghadirkan buku yang tidak hanya menjelaskan apa itu transisi energi, tetapi juga mengapa isu ini penting dan apa peran setiap orang di dalamnya,” tambahnya.

Buku setebal sekitar 315 halaman ini disusun dengan dukungan lebih dari 150 referensi ilmiah. Meskipun memiliki dasar akademik yang kuat, penyajiannya tetap menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dipahami oleh pembaca nonteknis. Salah satu pesan utama dalam buku ini adalah bahwa transisi energi bukan sekadar mengganti energi fosil dengan energi terbarukan, melainkan juga merupakan perubahan cara berpikir, perilaku, kebijakan, serta tata kelola pembangunan.

“Teknologi hanyalah alat. Arah penggunaannya tetap ditentukan manusia, kebijakan, nilai yang kita pegang, serta keberanian meninggalkan kenyamanan lama,” tegasnya. Prof. Iwa juga menyoroti posisi unik Indonesia dalam transisi menuju energi berkelanjutan. Sebagai negara kepulauan, Indonesia rentan terhadap dampak perubahan iklim, tetapi di sisi lain, memiliki potensi energi terbarukan yang sangat besar, seperti tenaga surya, angin, air, panas bumi, dan bioenergi.

“Mari menjadi penjaga bumi bukan karena takut kehilangan dunia, tetapi karena mencintai kehidupan,” tambahnya. Selain itu, Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Ir. Rinaldy Dalimi, M.Sc., Ph.D., memberikan apresiasi terhadap buku tersebut. Ia menyatakan bahwa "Bumi yang Terjaga" menunjukkan perpaduan antara pemikiran kritis Prof. Iwa sebagai akademisi dan pemimpin perguruan tinggi yang memahami proses perubahan.

“Saya melihat dua sosok dalam buku ini, yaitu akademisi yang berpikir kritis dan seorang manajer yang memahami bagaimana perubahan harus dijalankan,” katanya.

jpnn.com Sumber: jpnn.com

Artikel Terkait