NU Care-LAZISNU PBNU, bersama dengan NU Care-LAZISNU wilayah Jawa Tengah dan Cabang Kabupaten Rembang, melaksanakan penyaluran Program Beasiswa Pendidikan Santri Nusantara serta Pemberdayaan Ekonomi Pesantren di Pondok Pesantren Al Irsyad Kauman Rembang, pada 20 Agustus 2026. Program ini merupakan hasil kolaborasi dengan PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), yang mengumpulkan infak dari pelanggan selama periode Februari hingga April 2026. Dari infak yang terkumpul, manfaatnya dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk dukungan pendidikan dan penguatan ekonomi pesantren.
Sebanyak 80 santri menerima beasiswa pendidikan, dan untuk memperkuat ekonomi pesantren, program ini juga menyediakan modal usaha guna pengembangan unit usaha kantin pesantren. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya untuk mendorong pesantren memiliki sumber ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Manajer Fundraising NU Care-LAZISNU PBNU, Wahyu Nurhadi, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk amanah dari kepedulian masyarakat yang dihimpun melalui kolaborasi dengan MPPA. "Kami ingin setiap kebaikan yang dititipkan melalui LAZISNU benar-benar bergerak menjadi manfaat. Beasiswa ini kami harapkan menjadi penyemangat bagi santri untuk terus belajar dan menggapai cita-cita, sementara dukungan ekonomi menjadi pijakan agar pesantren semakin mandiri dan mampu tumbuh secara berkelanjutan,” ungkap Wahyu Nurhadi di Kantor NU Care-LAZISNU, Jakarta, pada Senin (24/8/2026).
Pentingnya Pendidikan dan Kemandirian Ekonomi
Menurut Wahyu, pendidikan santri dan kemandirian ekonomi adalah dua aspek krusial dalam membangun masa depan pesantren. Oleh karena itu, NU Care-LAZISNU terus berupaya agar dana infak dari masyarakat tidak hanya disalurkan dalam bentuk bantuan karitatif, tetapi juga menjadi energi yang menguatkan, memberdayakan, dan membuka jalan menuju kemandirian. Koordinator Program dan Distribusi LAZISNU Wilayah Jateng, Aan Zainul Anwar, berharap bantuan yang disalurkan di Rembang dapat menjadi pemicu semangat bagi santri sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi pesantren. “Kami berharap bantuan ini membawa keberkahan bagi para santri dan pesantren. Semoga para santri semakin bersemangat menuntut ilmu, sementara bantuan pemberdayaan ekonomi dapat menjadi kekuatan baru untuk menopang kebutuhan pesantren,” ujar Aan.
Respon Positif dari Pihak Pesantren
Syauqie Taufiqurrahman, Pengasuh Pondok Pesantren Al Irsyad, menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian NU Care-LAZISNU dan para donatur melalui MPPA. “Terima kasih kepada LAZISNU dan para pelanggan yang menyalurkan infaknya melalui kasir MPPA. Insyaallah bantuan ini sangat bermanfaat bagi santri di sini. Semoga apa yang diberikan membawa berkah, menjadi pahala, dan LAZISNU senantiasa amanah dalam menjalankan tugasnya,” ungkapnya.
Kolaborasi antara NU Care-LAZISNU dan MPPA melalui penghimpunan infak pelanggan di kasir jaringan ritel MPPA seperti Hypermart, Primo Supermarket, Foodmart Supermarket, Hyfresh, Boston, dan FMX terus memberikan manfaat bagi masyarakat. Hilma, santri kelas X Madrasah Aliyah (MA) Mu’allimin Mu’allimat Rembang, menyatakan bahwa beasiswa tersebut sangat membantu kelangsungan pendidikannya. “Bantuan ini sangat membantu meringankan beban orang tua saya dalam memenuhi biaya sekolah dan kebutuhan selama tinggal di pondok pesantren,” kata Hilma. Hal serupa juga dirasakan oleh Handika Dwi Pranata, santri kelas XII MA Mu’allimin Mu’allimat Rembang, yang menggunakan bantuan beasiswa untuk memenuhi biaya syahriah pondok. Selain itu, bantuan pemberdayaan ekonomi juga berkontribusi dalam menghidupkan kembali usaha Kantin Shofiyyah di Pesantren Al Irsyad, yang dimanfaatkan untuk tambahan modal dan peremajaan peralatan usaha.