Jakarta - Pemerintah Indonesia telah resmi membuka 25 program studi (prodi) baru dalam Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yang berbasis di rumah sakit. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan dokter di daerah-daerah yang kurang terlayani, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurrahman, menjelaskan bahwa kebijakan ini dilaksanakan di Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (RSPPU). "Ini bukan sekadar statistik, melainkan representasi dari kebutuhan saudara-saudara kita di daerah, pulau terluar, hingga ke kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)," ungkap Dudung, seperti yang dilansir dari laman Kementerian Kesehatan.
Menjawab Kebutuhan Dokter Spesialis
Pembukaan program studi baru ini bertujuan untuk mengurangi kekurangan dokter spesialis yang diperkirakan mencapai 65.000 di seluruh Indonesia. Dengan adanya kebijakan ini, diharapkan akses layanan kesehatan dapat menjangkau daerah-daerah terpencil.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menyatakan bahwa dari 25 prodi tersebut, terdapat 11 prodi spesialis dasar dan 14 prodi dalam bidang Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU). Program-program ini akan diselenggarakan di rumah sakit pendidikan yang bekerja sama dengan perguruan tinggi.
Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi
Dalam pelaksanaannya, Kolegium juga akan dilibatkan untuk memastikan bahwa standar kompetensi yang ditetapkan dapat terpenuhi. "Pada tahap kedua tahun 2026, sebanyak 30 program studi spesialis juga akan didorong untuk memperoleh izin penyelenggaraan pada Oktober 2026, terdiri atas 13 prodi spesialis dasar dan 17 prodi spesialis KJSU," tegas Budi.
Perguruan tinggi yang terlibat sebagai mitra dalam program ini meliputi Universitas Airlangga (Unair), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Udayana (Unud), Universitas Brawijaya (UB), dan Universitas Indonesia (UI).
Daftar Program Studi Spesialis
Berikut adalah daftar 11 prodi spesialis dasar yang dibuka:
- Anestesiologi dan Terapi Intensif di RSUP Fatmawati
- Anestesiologi dan Terapi Intensif di RS Ortopedi Prof dr Soeharso Surakarta
- Anestesiologi dan Terapi Intensif di RSU Hermina Depok
- Obstetri dan Ginekologi di RSAB Harapan Kita
- Obstetri dan Ginekologi di RSIA Bunda Jakarta
- Radiologi di RSUP Prof dr R D Kandou Manado
- Radiologi di RSUP Persahabatan
- Radiologi di RSUP Dr M Djamil
- Ilmu Penyakit Dalam dan Ilmu Kesehatan Anak di RSUD Prof Dr Margono Soekarjo
- Ilmu Bedah di RSUD dr Iskak Tulungagung
Sementara itu, untuk 14 prodi dalam rumpun KJSU dan spesialis unggulan, daftar programnya adalah sebagai berikut:
- Bedah Saraf di RS Pusat Otak Nasional
- Bedah Saraf di RSUD Prof Dr Margono Soekarjo
- Bedah Thorax Kardiovaskuler di RSUP H Adam Malik
- Bedah Thorax Kardiovaskuler di RSUD Dr Saiful Anwar
- Urologi di RSUD Dr Moewardi
- Urologi di RSUP Prof dr I G N G Ngoerah
- Jantung dan Pembuluh Darah di RSUP Dr Mohammad Hoesin
- Jantung dan Pembuluh Darah di RSU Murni Teguh Memorial Hospital
- Jantung dan Pembuluh Darah di RSUD dr Soedarso
- Kedokteran Nuklir di RSUP Dr Kariadi
- Kesehatan Mata di Jakarta Eye Centre (JEC) Kedoya
- Orthopaedi dan Traumatologi di RSD dr Soebandi
- Orthopaedi dan Traumatologi di RSPAD Gatot Soebroto
- Orthopaedi dan Traumatologi di RS Islam Jakarta Cempaka Putih
Dengan pembukaan program studi ini, diharapkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia dapat meningkat, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan perhatian lebih.