Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang juga menjabat sebagai Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengisyaratkan adanya kemungkinan pemberian stimulus tambahan pada kuartal kedua tahun 2026. Langkah ini diambil untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat, terutama setelah Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,61 persen pada kuartal pertama 2026.
Pemerintah berharap dapat menjaga momentum pertumbuhan tersebut di tengah tantangan ketidakpastian ekonomi global. “Kita lihat semua variabel makro yang ada. Kelihatannya pemerintah juga akan memberikan stimulus tambahan bagi perekonomian di triwulan II 2026,” ungkap Purbaya dalam taklimat media setelah rapat KSSK pada hari Kamis, 7 Mei 2026.
Peran Konsumsi Masyarakat dalam Pertumbuhan Ekonomi
Menurut Purbaya, konsumsi masyarakat merupakan faktor utama yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk memastikan belanja negara tetap berjalan agar aktivitas ekonomi tidak mengalami perlambatan. Pada awal tahun, belanja pemerintah berkontribusi signifikan dalam mendorong ekonomi, salah satunya melalui pencairan tunjangan hari raya (THR) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri.
Selain itu, pemerintah juga mempercepat penyaluran bantuan sosial dan melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mendukung masyarakat. “Hal yang sama akan kita lakukan di triwulan kedua sampai akhir tahun untuk memastikan permintaan domestik tetap terjaga,” tambahnya.
Target Pertumbuhan Ekonomi dan Program Sosial
Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen pada tahun 2026, dengan harapan realisasinya dapat mendekati 6 persen. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, juga menyatakan bahwa pemerintah akan mempercepat penyaluran bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat. Program Keluarga Harapan (PKH) ditargetkan akan menjangkau sekitar 10 juta keluarga penerima manfaat pada kuartal II 2026, sementara Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) akan diberikan kepada 18,8 juta keluarga.