Fakta Pendidikan

Pendidikan Sebagai Kunci Kesuksesan: Pelajaran dari CEO TikTok

CEO TikTok, Chew Shou Zi, menekankan pentingnya pendidikan sebagai paspor seumur hidup dalam pidatonya di Nanyang Technological University. Ia berbagi pengalaman masa kecil dan perjalanan kariernya ya...

N
Naufal Akbar
14 August 2026
31 pembaca
TikTok CEO Shou Zi Chew. Foto: REUTERS/Kevin Lamarque
TikTok CEO Shou Zi Chew. Foto: REUTERS/Kevin Lamarque

Jakarta - Dalam sebuah pidato di hadapan para lulusan program doktoral Nanyang Technological University pada 1 Agustus 2026, CEO TikTok, Chew Shou Zi, menyampaikan bahwa pendidikan adalah paspor seumur hidup yang membawanya menjelajahi dunia sejak kecil. Ia menceritakan bahwa saat bersekolah di Yio Chu Kang, lingkungannya sangat terbatas, namun saat melanjutkan pendidikan di Hwa Chong Institution di Bukit Timah, ia merasa bahwa PSLE (Ujian Akhir Sekolah Primer) membantunya untuk memperluas wawasan dan mendorongnya keluar dari zona nyaman.

Chew Shou Zi juga mengungkapkan bahwa negara kecil tersebut telah berhasil menciptakan jejak global yang signifikan dengan menjaga rasa ingin tahu yang tinggi dan selalu melihat ke luar. "Kini, jejak global Anda meluas. Anda memiliki paspor untuk melihat melampaui tembok institusi tempat menimba ilmu, lulus dengan pengamalan akademis yang mendalam dan terspesialisasi," ujarnya di hadapan para lulusan, seperti yang dilaporkan oleh The Straits Times.

Refleksi Masa Kecil dan Karier

Dalam kesempatan tersebut, Chew Shou Zi membagikan pengalamannya semasa kecil, di mana ia menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer yang dibelikan oleh ayahnya. Meskipun lebih banyak bermain gim daripada membuat kode, ia menyatakan bahwa ide-ide yang dimilikinya justru muncul dari pengalaman tersebut. Ia juga menceritakan perjalanan pendidikannya yang dimulai dari Singapura, melanjutkan studi ekonomi di University College London, dan bekerja di bank investasi Goldman Sachs. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Harvard Business School untuk meraih gelar master administrasi bisnis.

Saat bekerja di bank investasi, ia menyaksikan pergeseran besar di mana investasi mulai beralih kepada ide-ide inovatif dan perusahaan rintisan teknologi. Ketertarikan Chew Shou Zi terhadap teknologi, yang sudah ada sejak kecil, semakin meningkat dan membawanya untuk meninggalkan dunia keuangan. "Seiring berjalannya waktu, ketertarikan terhadap teknologi yang saya rasakan saat masih muda terus muncul kembali, dan itulah hal yang indah dari rasa ingin tahu yang tulus-rasa itu memiliki daya tahan yang luar biasa," ungkapnya.

Pentingnya Rasa Ingin Tahu di Era Digital

Kariernya di sektor teknologi dimulai pada tahun 2015 ketika ia bergabung dengan Xiaomi sebagai Chief Financial Officer (CFO), kemudian menjabat sebagai presiden bisnis luar negeri Xiaomi pada tahun 2019. Pada tahun 2021, ia menjadi CFO di ByteDance dan kemudian mengambil alih posisi CEO TikTok setelah Kevin A Mayer mengundurkan diri. Namanya semakin dikenal saat memberikan kesaksian di hadapan Kongres Amerika Serikat mengenai upaya untuk melarang TikTok di negara tersebut pada tahun 2023.

Dalam pidatonya di Nanyang Technological University, Chew Shou Zi mengingatkan para lulusan untuk tetap menjaga rasa ingin tahu mereka, terutama mengingat bahwa kecerdasan buatan akan semakin mendominasi dunia kerja. Ia menekankan pentingnya kesiapan para lulusan dalam menghadapi transformasi digital yang akan terjadi saat mereka memulai karier. "Kita melihat perubahan setiap hari, dan ini adalah era inovasi berskala besar yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini adalah titik penting sekaligus menarik dalam sejarah, di mana perubahan merupakan hal yang berlipat ganda, bukan konstan," tuturnya, sebagaimana dilansir dari The Straits Times.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait