Fakta Pendidikan

Penemuan Planet 'Mega-Bumi' yang Menakjubkan, GJ 523b

Astronom telah menemukan eksoplanet yang diberi nama GJ 523b, yang dikenal sebagai 'mega-Earth' karena ukurannya yang mencapai 2,5 kali lipat dari Bumi. Penemuan ini membuka berbagai pertanyaan mengen...

P
Panca Akbar Saputra
25 August 2026
29 pembaca
Mega-Earth. Foto: Wikimedia Commons
Mega-Earth. Foto: Wikimedia Commons

Jakarta - Para astronom baru saja mengidentifikasi sebuah planet luar surya yang menarik, bernama GJ 523b, yang juga dikenal dengan sebutan 'mega-Bumi'. Planet ini memiliki ukuran yang 2,5 kali lebih besar dibandingkan dengan Bumi dan massa yang mencapai 23 kali lipat dari planet kita.

Kepadatan planet ini sangat luar biasa, didominasi oleh batuan, berbeda dengan planet besar lainnya yang umumnya terdiri dari gas. "Ini sama sekali bukan yang kami harapkan," ungkap Max Kroft, penulis utama penelitian dari University of Wisconsin-Madison, seperti yang dilansir dari laman Space.

Kepadatan dan Keunikan GJ 523b

Kroft menjelaskan bahwa GJ 523b tergolong langka. Biasanya, planet dengan komposisi padat berukuran kecil. "Planet padat seperti ini tidak jarang ditemukan, tetapi biasanya merupakan planet berbatu kecil yang mirip dengan Bumi atau Merkurius. Planet ini dua setengah kali lebih besar dari Bumi," tambahnya.

Misteri di Balik Pembentukan GJ 523b

Meskipun beberapa karakteristik planet ini telah terungkap, masih ada misteri yang menyelimuti kemunculannya. Menurut model pembentukan planet yang umum, sebuah planet dengan inti yang memiliki massa 20 kali lipat Bumi seharusnya memiliki gravitasi yang cukup untuk menarik gas hidrogen dan helium di sekitarnya, seperti yang terjadi pada Jupiter dan Saturnus.

Namun, GJ 523b menunjukkan perbedaan yang mencolok karena tidak memiliki selubung gas yang tebal, dengan kepadatan mencapai 126,82 gram per inci kubik. "Pertanyaannya adalah, mengapa planet ini tidak melakukan hal itu (mengumpulkan gas), padahal ukurannya 20 kali lipat Bumi?" tanya Kroft.

Para ilmuwan berpendapat bahwa kemungkinan GJ 523b awalnya terbentuk dengan atmosfer yang tebal, atau bisa juga terbentuk akibat tabrakan hebat antara dua planet besar.

Proses Deteksi Planet

Planet ini pertama kali terdeteksi oleh satelit Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESS) milik NASA. Peneliti kemudian melanjutkan penelitian dengan menggunakan Teleskop WIYN 3,5 meter di Kitt Peak National Observatory, Arizona, untuk mengukur tarikan gravitasi planet tersebut terhadap bintang induknya. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa GJ 523b mengorbit bintangnya setiap 17,75 hari.

Sistem planet ini juga tergolong sangat muda dalam skala astronomi, diperkirakan berusia sekitar 170 juta tahun. Melalui penemuan ini, para peneliti berharap dapat menemukan lebih banyak contoh 'mega-Bumi'. Jika hal tersebut terjadi, mereka dapat menganalisis lebih lanjut dan memahami apakah planet seperti GJ 523b merupakan pengecualian yang langka atau bagian dari populasi planet yang belum terpetakan. "Sulit untuk menyimpulkan hal-hal tentang pembentukan planet secara umum dari jumlah sampel yang hanya satu," tutup Kroft.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait