Fakta Pendidikan

Penemuan Spesies Baru Ikan Gobi Udang di Banyuwangi, Mirip dengan Spesies di Jepang

BRIN mengumumkan penemuan spesies baru ikan gobi udang di perairan Banyuwangi, Jawa Timur, yang dinamai Tomiyamichthys oriens sp. nov. Spesies ini memiliki kemiripan dengan ikan dari Jepang, namun mem...

A
Amara Rukmana
22 July 2026
68 pembaca
Tomiyamichthys oriens jantan. Foto: BRIN
Tomiyamichthys oriens jantan. Foto: BRIN

Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) baru saja mengumumkan penemuan spesies baru ikan gobi udang (shrimpgoby) di perairan Banyuwangi, Jawa Timur. Setelah melakukan kajian morfologi dan analisis molekuler, spesies ini dinamakan Tomiyamichthys oriens sp. nov. Penemuan ini dipublikasikan dalam jurnal internasional ZooKeys Volume 1283 Tahun 2026 dengan judul artikel "Tomiyamichthys oriens, a new species of shrimpgoby (Teleostei, Gobiidae) from the coast of Banyuwangi, East Java, Indonesia". Penelitian ini merupakan hasil kerja sama antara peneliti BRIN dan beberapa kolaborator.

Di antara peneliti yang terlibat adalah Kunto Wibowo, Hilda M Pratiwi, dan Anik B Dharmayanthi dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, serta Agus Priyadi dan Ruby V Kusumah dari Pusat Riset Zoologi Terapan. Selain itu, Djohan Tjiptadi dan Wiwi Tarmini dari CV Cahaya Baru juga turut berkontribusi dalam penelitian ini.

Kemiripan dengan Spesies dari Jepang

Penelitian ini berawal dari dua individu ikan hias laut gobi udang dari genus Tomiyamichthys yang ditemukan di perairan Banyuwangi. Kedua individu tersebut kemudian diidentifikasi dan dianalisis menggunakan pendekatan morfologi serta penanda DNA mitokondria cytochrome c oxidase subunit I (COI). Hasil analisis menunjukkan bahwa Tomiyamichthys oriens memiliki kemiripan dengan Tomiyamichthys hyacinthinus yang berasal dari Jepang.

Namun, setelah kajian lebih mendalam, terdapat beberapa karakteristik yang membedakan kedua spesies tersebut, antara lain jumlah jari-jari sirip, jumlah sisik, jumlah jari-jari insang, pola warna tubuh, serta perbedaan pada tingkat molekuler. Kunto Wibowo menjelaskan bahwa penetapan spesies baru dilakukan dengan pendekatan taksonomi integratif. "Kami mengombinasikan karakter morfologi dengan analisis DNA untuk memperoleh bukti yang lebih komprehensif. Hasilnya menunjukkan T. oriens memiliki karakter yang konsisten dan berbeda dari spesies terdekatnya sehingga layak ditetapkan sebagai spesies baru," jelasnya.

Analisis DNA mitokondria menunjukkan perbedaan genetik sebesar 3,1% dibandingkan dengan T. hyacinthinus. Selain itu, T. oriens memiliki ciri khas berupa lima bercak jingga terang besar di sepanjang tubuh, bercak kuning kecil di kepala, dan dua filamen memanjang pada sirip punggung pertama ikan jantan, yang membedakannya dari spesies lain dalam genus yang sama.

Nama Terinspirasi dari Banyuwangi

Kunto menjelaskan bahwa nama "oriens" diambil dari bahasa Latin yang berarti 'timur' atau 'matahari terbit'. Penamaan ini terinspirasi oleh warna jingga cerah pada tubuh ikan serta merujuk pada Banyuwangi yang dikenal sebagai The Sunrise of Java. "Penamaan spesies ini juga menjadi bentuk pengakuan terhadap lokasi penemuannya. Kami berharap temuan ini dapat menjadi pemicu penelitian lanjutan untuk mengungkap kekayaan biodiversitas laut Indonesia yang masih sangat besar," terangnya.

Baru Diketahui Hidup di Banyuwangi Saja

Saat ini, T. oriens diketahui hanya hidup di pesisir Banyuwangi dengan habitat di dasar perairan berpasir. Menurut informasi dari nelayan setempat, ikan ini ditemukan di perairan dangkal. Asosiasi ekologis dengan udang yang biasanya menjadi pasangan hidup kelompok gobi tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut. Penemuan ini menunjukkan bahwa kawasan pesisir Indonesia masih menyimpan potensi biodiversitas yang belum sepenuhnya terdokumentasi.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait