Fakta Nasional

--- Pengemudi Wanita Mabuk Terlibat Kecelakaan Fatal di Surabaya, Terancam Penjara 6 Tahun ---

--- Seorang wanita berinisial ENR (32) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan beruntun yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia di Surabaya. Ia terancam hukuman penjara selama enam t...

A
Agustinus Jaya Wiratama
25 August 2026
35 pembaca
ENR (32), pengemudi perempuan Mitsubishi Outlander tersangka tabrak lari yang tewaskan warga di Surabaya karena mabuk. (Aprilia Devi/detikJatim)
ENR (32), pengemudi perempuan Mitsubishi Outlander tersangka tabrak lari yang tewaskan warga di Surabaya karena mabuk. (Aprilia Devi/detikJatim)
---TITLEEXCERPT--- Seorang wanita berinisial ENR (32) telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan beruntun yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia di Surabaya. Ia terancam hukuman penjara selama enam tahun. ---CONTENT---

Di Surabaya, pihak kepolisian telah menetapkan seorang wanita berinisial ENR (32) sebagai tersangka dalam insiden kecelakaan beruntun yang merenggut nyawa satu orang. Wanita yang mengemudikan Mitsubishi Outlander tersebut kini menghadapi ancaman hukuman penjara selama enam tahun.

Penyelidikan dan Penahanan Tersangka

Kanit Gakkum Satlantas Polrestabes Surabaya, Iptu Sulthon NA, mengungkapkan bahwa setelah ditetapkan sebagai tersangka, pihaknya segera melakukan penahanan dengan menerapkan pasal-pasal yang berlapis. Tersangka dijerat dengan Pasal 310 ayat (4) juncto Pasal 106 ayat (1) dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). Selain itu, ia juga dikenakan Pasal 312 juncto Pasal 231 ayat (1) UU yang sama karena melarikan diri setelah kejadian.

Kondisi Tersangka Saat Kecelakaan

Menurut Sulthon, pada saat kecelakaan terjadi, tersangka diketahui tidak memiliki Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Surat Izin Mengemudi (SIM). Meskipun demikian, mobil Mitsubishi Outlander dengan nomor polisi L-1049-OO adalah milik pribadi tersangka. "Mobil tersebut milik pribadi. Untuk tersangka merupakan ibu rumah tangga, detailnya masih kita dalami," jelas Sulthon.

Insiden ini menyoroti pentingnya kesadaran berkendara, terutama dalam kondisi tidak sadar akibat pengaruh alkohol. Kasus ini pun menjadi perhatian publik mengenai keselamatan di jalan raya.

Artikel Terkait