Fakta Pendidikan

Pentingnya Makanan Bergizi dalam Pendidikan di Sekolah

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen menekankan bahwa penyediaan makanan bergizi di sekolah harus terintegrasi dengan pendidikan gizi dan kebiasaan hidup sehat. H...

W
Wira Yudha
24 August 2026
41 pembaca
Kemendikdasmen Tekankan Makanan Bergizi di Sekolah Harus Jadi Bagian Pendidikan
Kemendikdasmen Tekankan Makanan Bergizi di Sekolah Harus Jadi Bagian Pendidikan

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (PMPK) Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa penyediaan makanan bergizi di sekolah tidak hanya sebatas memberikan makanan kepada siswa. Program tersebut harus terintegrasi dengan pendidikan gizi dan pembentukan kebiasaan hidup sehat yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Pernyataan ini disampaikan oleh Tatang dalam sambutannya pada peringatan satu dekade program Nutrition Goes to School (NGTS) di Kantor Kemendikdasmen pada Minggu (23/8).

Tatang menyatakan bahwa perjalanan selama sepuluh tahun NGTS memberikan kesempatan untuk mengevaluasi pembelajaran dan menentukan arah penguatan program di masa mendatang. “Gizi yang baik dan pendidikan yang baik tidak dapat dipisahkan. Anak-anak membutuhkan kondisi tubuh yang sehat dengan asupan gizi yang cukup agar dapat belajar secara optimal,” ungkapnya.

Peran Sekolah dalam Pendidikan Gizi

Dia menjelaskan bahwa sekolah memiliki peran penting tidak hanya dalam memberikan pembelajaran akademis, tetapi juga dalam membentuk pengetahuan, sikap, dan kebiasaan hidup sehat yang akan menjadi bekal bagi peserta didik sepanjang hayat. Menurut Tatang, prinsip ini sejalan dengan prioritas pemerintah melalui program Makanan Bergizi Gratis, yang bertujuan untuk meningkatkan asupan gizi anak sekolah serta memperkuat kesiapan mereka dalam mengikuti proses pembelajaran.

Kemendikdasmen juga menekankan bahwa penyediaan makanan bergizi di sekolah tidak boleh dianggap sebagai kegiatan penyediaan makanan semata. “Makanan bergizi di sekolah juga harus menjadi bagian dari pendidikan gizi dan pengembangan kebiasaan hidup sehat berkelanjutan dalam ekosistem sekolah,” tambahnya. Semangat yang sama juga tercermin dalam gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang mendorong anak-anak untuk berolahraga, mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, serta berpartisipasi aktif dalam kehidupan masyarakat.

Kesehatan dan Kualitas Pembelajaran

Tatang menilai bahwa kondisi kesehatan dan kecukupan gizi berkaitan erat dengan kemampuan anak dalam mengikuti pembelajaran. Anak yang sehat dan mendapatkan asupan gizi yang baik diharapkan memiliki konsentrasi yang lebih optimal dalam menyerap pelajaran. Dalam penerapan NGTS, tidak semua sekolah diharuskan menjalankan kegiatan dengan pola yang sama. Setiap satuan pendidikan didorong untuk memahami kondisi dan menentukan prioritas berdasarkan kebutuhan, kapasitas, serta sumber daya yang tersedia.

Kemendikdasmen juga mendukung pertukaran pengalaman melalui jejaring SEAMEO, agar praktik yang telah dikembangkan dapat berkontribusi pada penciptaan peserta didik yang lebih sehat dan siap belajar di kawasan Asia Tenggara. Tatang menekankan bahwa keberhasilan program tidak diukur dari ketergantungan sekolah terhadap suatu program, melainkan ketika nilai dan kebiasaan yang diperkenalkan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di sekolah.

Dia menambahkan bahwa kesehatan, gizi, dan kualitas pembelajaran merupakan tiga komponen yang saling berkaitan dalam mendorong peningkatan mutu pendidikan. “Dengan landasan kesehatan yang baik, rendah morbiditas, jarang anak absen karena sakit, kemudian gizi yang baik, maka mereka akan punya konsentrasi, kemudian diberikan pembelajaran oleh guru yang berkualitas, maka tiga komponen ini akan melahirkan pendidikan bermutu untuk semua,” jelas Tatang. Memasuki usia ke-10, NGTS diharapkan tidak hanya menjadi tanda satu dekade perjalanan program, tetapi juga menjadi pijakan untuk memperkuat ekosistem sekolah yang memudahkan pilihan hidup sehat menjadi kebiasaan peserta didik sehari-hari.

jpnn.com Sumber: jpnn.com

Artikel Terkait