Pembangkit listrik tenaga nuklir di Hungaria akan menghentikan operasinya pekan depan disebabkan oleh penurunan signifikan pada permukaan air Sungai Danube. Perdana Menteri Peter Magyar mengungkapkan bahwa wilayah Eropa Tengah saat ini sedang mengalami gelombang panas yang parah, yang merupakan bagian dari rangkaian cuaca ekstrem.
Pembangkit yang terletak di Paks, selatan Budapest, menyuplai sekitar 40 persen dari total kebutuhan listrik tahunan Hungaria. Pembangkit ini memiliki empat reaktor yang menggunakan teknologi dari era Uni Soviet dan memanfaatkan air dari Sungai Danube sebagai pendingin. Operator pembangkit telah memberikan peringatan bahwa penghentian operasi ini "tidak dapat dihindari".
Perkiraan Penutupan dan Dampaknya
"Menurut perhitungan saat ini... hal ini dapat terjadi pada Selasa atau Rabu," ungkap Magyar saat menggelar konferensi pers di lokasi pembangkit. Dalam beberapa hari terakhir, pembangkit tersebut telah mengurangi produksinya sebagai langkah awal menghadapi situasi ini.
Permukaan air Sungai Danube telah mencapai rekor terendah di beberapa area akibat dari curah hujan yang minim dan gelombang panas yang berkepanjangan sejak bulan Mei. Sebelumnya, Rumania juga telah menutup salah satu reaktor nuklirnya karena alasan serupa dan berencana untuk menutup reaktor kedua.
Langkah-Langkah Menghadapi Cuaca Panas
Penghentian operasi pembangkit nuklir ini merupakan salah satu dampak dari periode cuaca panas yang telah memecahkan rekor. Sejumlah negara di kawasan tersebut telah mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko kebakaran serta mengurangi tekanan pada jaringan air dan energi yang ada.