Fakta Nasional

Penyelidikan Identitas Febrio Adiono Terkait Kematian Sutrimo Berlanjut

Febrio Adiono, staf administrasi Kejaksaan Agung, terlibat dalam pengantaran jenazah Sutrimo yang ditemukan tewas di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Polisi berencana menyelidiki lebih lanjut mengenai...

W
Wira Yudha
09 August 2026
37 pembaca
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Jakarta - Febrio Adiono, yang bekerja sebagai staf administrasi di Kejaksaan Agung, disebutkan sebagai salah satu orang yang mengantar jenazah Sutrimo, seorang pria yang ditemukan meninggal di depan Mordent Aesthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Pihak kepolisian berencana untuk menyelidiki lebih dalam mengenai identitas Febrio.

"Nah ini nanti akan didalami (benar atau tidaknya Febrio pegawai Kejagung)," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dihubungi oleh wartawan pada hari Minggu (9/8/2026). Kematian Sutrimo telah dilaporkan ke Bareskrim Polri, dengan laporan yang menyatakan bahwa Sutrimo meninggal dalam kondisi yang mencurigakan.

Penyelidikan Kematian Sutrimo

Budi menjelaskan bahwa mereka menerima informasi dari pelapor atau masyarakat yang melaporkan kepada Bareskrim Polri mengenai kematian Sutrimo yang dianggap tidak wajar. "Memang kemarin kami mendapat informasi, ada dari pelapor ataupun warga masyarakat melaporkan kepada Bareskrim Polri terkait tentang kematian saudara S dianggap tidak wajar," ucapnya.

Pelapor meminta agar dilakukan ekshumasi terhadap jenazah Sutrimo, yang merupakan proses penggalian kembali jenazah dari kubur oleh pihak berwenang. Polisi berencana untuk segera melakukan ekshumasi guna mengetahui penyebab kematian Sutrimo. "Akan disegerakan (ekshumasi) guna mengetahui penyebab kematian," tambah Budi.

Budi juga menyampaikan bahwa pihaknya akan memanggil dokter dari RS Muhammadiyah Taman Puring yang pertama kali menangani Sutrimo pada pekan depan. Pemanggilan ini dilakukan karena sebelumnya dokter tersebut tidak hadir dalam pemeriksaan. "Minggu depan kita masih akan melakukan pemanggilan terhadap dokter rumah sakit Muhammadiyah yang menangani pertama pada saat pasien datang ke rumah sakit," imbuhnya.

Identitas Febrio Adiono

Kepastian mengenai identitas Febrio sebagai staf administrasi di Kejaksaan Agung RI dikonfirmasi oleh Kapuspenkum Kejagung RI, Anang Supriatna. Dalam sesi wawancara dengan wartawan pada hari Jumat (7/8), Anang mengonfirmasi bahwa Febrio memang bekerja di Kejaksaan Agung, meskipun bukan sebagai jaksa.

"Yang namanya Saudara Febrio, yang kami tahu memang dia pegawai Kejaksaan, tapi bukan jaksa, pegawai Kejaksaan," jelas Anang saat menjawab pertanyaan mengenai Febrio yang disebut sebagai ajudan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Anang menambahkan bahwa setelah masalah TPPU yang melibatkan Febrie, Febrio kini hanya bertugas sebagai staf administrasi biasa.

Sementara itu, Anang mengaku tidak mengenal Sutrimo, terutama mengenai statusnya yang disebut-sebut sebagai kepala rumah jaga (Karumga) dari Febrie. "Saya tidak mengenal terhadap yang istilahnya Karumga, saya tidak dikenal sama sekali, dan bukan warga Kejaksaan. Jadi saya tidak berhak mengomentari itu," tambahnya.

Sutrimo ditemukan tewas dengan kondisi mulut berbusa di depan klinik Mordent Aesthetic Clinic. Hingga saat ini, penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian. Di media sosial, Sutrimo ramai disebut sebagai kepala rumah tangga mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.

Artikel Terkait