Fakta Nasional

Penyelidikan Polisi Terkait Aksi Viral Matel di Kolong Mobil GBK

Polisi kini tengah menyelidiki tindakan mata elang (matel) yang viral setelah terlihat masuk ke kolong mobil di Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, untuk menggesek nomor rangka kendaraan. Penyelidikan i...

S
Stevani Nila Wardana
20 August 2026
37 pembaca
Tangkapan layar diduga debt collector masuk kolong mobil gesek nomor rangka di GBK, Jakpus. (dok. Istimewa/Instagram)
Tangkapan layar diduga debt collector masuk kolong mobil gesek nomor rangka di GBK, Jakpus. (dok. Istimewa/Instagram)

Jakarta - Aparat kepolisian sedang melakukan penyelidikan terhadap aksi debt collector atau mata elang (matel) yang terlihat masuk ke kolong mobil di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, dengan tujuan menggesek nomor rangka kendaraan. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mencari identitas dari para pelaku tersebut.

"Sementara belum kami temukan orang-orangnya, tapi dugaan kami mereka debt collector. Mereka sedang kita cari untuk kita klarifikasi," ungkap Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Noor Marghantara, saat dihubungi pada Kamis (20/8/2026).

Modus Operandi Matel

Polisi menduga bahwa tindakan tersebut merupakan modus operandi yang biasa digunakan oleh matel untuk mencari kendaraan yang mengalami tunggakan angsuran. Meski demikian, pihak kepolisian masih perlu melakukan klarifikasi terhadap terduga pelaku terlebih dahulu.

"Kalau kita lihat dari perbuatannya, belum ada tindak pidana. Kita klarifikasi, kemungkinan dugaan kita itu sih modus debt collector untuk mencari kendaraan yang menunggak pembayaran," jelasnya.

Penyelidikan dan Imbauan untuk Masyarakat

Dari video yang beredar di media sosial, terlihat dua orang yang diduga sebagai matel beraksi di lokasi tersebut, di mana salah satu dari mereka tampak masuk ke kolong mobil. Dinarasikan bahwa kedua orang tersebut merupakan debt collector yang berusaha menggesek nomor rangka kendaraan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah memulai penyelidikan dan sedang berusaha mengidentifikasi sosok terduga pelaku. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan melaporkan kepada pihak kepolisian jika menemukan tindak pidana.

Budi menambahkan bahwa pihak kepolisian akan meningkatkan patroli untuk mencegah terjadinya aksi kejahatan. "Masyarakat diimbau tetap waspada dan menghindari konfrontasi langsung apabila menemukan aktivitas mencurigakan. Jika memungkinkan, dokumentasikan kejadian dan segera laporkan melalui layanan 110 atau kantor polisi terdekat," tegasnya pada Kamis (20/8).

Artikel Terkait