Fakta Pendidikan

Perbandingan Anggaran Program Makan Bergizi dan Pendidikan dalam Rancangan APBN 2027

Anggaran untuk Program Makan Bergizi (MBG) dan pendidikan dalam Rancangan APBN 2027 menunjukkan perbandingan yang menarik, dengan MBG mengalami peningkatan signifikan.

P
Padma Dewi
15 August 2026
163 pembaca
Perbandingan Anggaran MBG dengan Pendidikan pada Rancangan APBN 2027, Mana yang Lebih Besar?
Perbandingan Anggaran MBG dengan Pendidikan pada Rancangan APBN 2027, Mana yang Lebih Besar?

Jakarta - Anggaran untuk Program Makan Bergizi (MBG) kembali menjadi perhatian publik, terutama karena diduga mengurangi dana untuk sektor pendidikan dalam APBN 2026. Pemerintah kini mengungkapkan rencana anggaran untuk MBG dan pendidikan dalam Rancangan APBN 2027. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menginformasikan bahwa anggaran untuk Program MBG pada tahun 2027 akan meningkat menjadi sekitar Rp 240 triliun, sementara pada tahun 2026, anggaran MBG yang dialokasikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto adalah sebesar Rp 229 triliun.

"Jadi, anggaran MBG sekitar Rp 240 triliun untuk MBG," ungkap Purbaya di Jakarta, pada hari Jumat (14/8). Untuk anggaran pendidikan, pemerintah berencana mengalokasikan dana sebesar Rp 820,9 triliun pada tahun 2027. Purbaya menyatakan bahwa alokasi ini mengalami pertumbuhan sebesar 13,9 persen dibandingkan dengan proyeksi anggaran pendidikan pada APBN 2026 yang sebesar Rp 720,8 triliun.

Prioritas Anggaran Pendidikan

Menurut Purbaya, sesuai dengan UUD 1945, negara memiliki kewajiban untuk memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN untuk penyelenggaraan pendidikan nasional. Anggaran pendidikan tersebut direncanakan akan disalurkan melalui belanja pemerintah pusat (BPP) sebesar Rp 490,7 triliun, transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp 277,1 triliun, dan pembiayaan sebesar Rp 53 triliun.

Rencana pemanfaatan anggaran pendidikan mencakup Program Indonesia Pintar (PIP) yang ditujukan untuk 22,1 juta siswa, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk 1,1 juta mahasiswa, serta Tunjangan Profesi Guru (TPG) non pegawai negeri sipil (PNS) untuk 1,3 juta guru. Di sisi lain, Program MBG akan menjangkau 60,6 juta penerima dan mencakup pembangunan tujuh Sekolah Unggul Garuda, renovasi 12.215 unit sekolah dan madrasah, serta pembangunan 100 Sekolah Rakyat dan operasional 166 Sekolah Rakyat.

Proyeksi Defisit dan Pendapatan Negara

Anggaran juga akan dialokasikan untuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi 54,2 juta siswa, Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (BOP PAUD) untuk 6,3 juta peserta didik, serta TPG untuk 1,7 juta guru di daerah. Selain itu, terdapat tambahan penghasilan untuk 20,7 ribu guru di daerah, dan dukungan untuk 148 museum dan taman budaya, serta beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa defisit dalam RAPBN 2027 ditargetkan sebesar 2,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yang lebih rendah dibandingkan dengan APBN 2026 yang sebesar 2,68 persen terhadap PDB. Pembiayaan anggaran pada tahun 2027 direncanakan sebesar Rp 671,2 triliun, menurun dari rencana pembiayaan pada APBN 2026 yang sebesar Rp 689,1 triliun. Belanja negara untuk tahun 2027 diharapkan mencapai Rp 4.097,2 triliun, meningkat dari Rp 3.842,7 triliun di APBN 2026.

Di sisi lain, pendapatan negara diperkirakan akan mencapai Rp 3.426 triliun, naik dari Rp 3.153,6 triliun pada APBN 2026.

jpnn.com Sumber: jpnn.com

Artikel Terkait