Fakta Ekonomi

Percepatan Kerja Sama Pembayaran QR Antara Indonesia dan India

Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi kemajuan pembahasan sistem pembayaran lintas batas berbasis QR dengan India, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi. Kerja sama ini menjadi bagi...

A
Agustinus Jaya Wiratama
07 July 2026
32 pembaca
Foto: ANTARA FOTO/Desca Lidya Natalia
Foto: ANTARA FOTO/Desca Lidya Natalia

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyambut positif peningkatan kerja sama di sektor keuangan dengan India, yang ditandai dengan percepatan diskusi mengenai penggunaan sistem pembayaran lintas batas berbasis kode respons cepat (QR). Dalam pernyataan bersama dengan Perdana Menteri India, Narendra Modi, di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (7/7/2026), Prabowo menyampaikan penghargaan terhadap kemajuan yang dicapai dalam pembahasan sistem pembayaran QR atau Cross-border QR Payment Linkage antara kedua negara.

Tujuan dan Manfaat Sistem Pembayaran QR

Presiden Prabowo menyatakan, "Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperkuat ketahanan sektor keuangan." Upaya untuk mempercepat pembahasan penggunaan sistem QR ini dilakukan dalam konteks meningkatkan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan India, yang dianggap Prabowo sebagai salah satu pilar utama dalam hubungan bilateral kedua negara.

Kerja Sama di Berbagai Sektor

Langkah ini juga diambil melalui pengintensifan pembahasan Indonesia-India Preferential Trade Agreement (PTA) serta peninjauan peningkatan ASEAN-India Trade in Goods Agreement (AITIGA). Penguatan kerja sama ekonomi antara kedua negara merupakan respons terhadap kondisi global saat ini. Prabowo menekankan pentingnya memperkuat sektor-sektor lain untuk menghadapi tantangan global, termasuk kerja sama di bidang energi. "Di tengah situasi global saat ini, kami juga mendorong penguatan kerja sama di bidang ketahanan energi, termasuk pengembangan proyek pembangkit listrik tenaga surya, juga saling tukar teknologi dan kapasitas di bidang teknologi nuklir," ujarnya.

Selain sektor ekonomi dan energi, Indonesia dan India juga berkomitmen untuk mempererat kerja sama di bidang kesehatan, kebudayaan, pendidikan, serta politik. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin turut menyaksikan penandatanganan dan pengumuman 16 dokumen kerja sama serta nota kesepahaman antara Indonesia dan India. Dokumen-dokumen tersebut mencakup kolaborasi antar lembaga pemerintah dan perusahaan di berbagai bidang, mulai dari eksplorasi ruang angkasa, pertahanan, kesehatan, pertanian, telekomunikasi, hingga pendidikan.

Artikel Terkait