Fakta Nasional

--- Polisi Selidiki Perekaman Usher GIIAS Tanpa Izin untuk Konten Media Sosial ---

--- Polisi melakukan penyelidikan terkait perekaman usher di GIIAS 2026 yang dijadikan objek konten tanpa izin. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi dari korban. ---

P
Padma Dewi
04 August 2026
43 pembaca
Video yang menjadikan usher (SPG) di GIIAS 2026 sebagai objek konten berjudul 'cara mendekati cewek' ramai dikritik. Ppembuat konten video itu meminta maaf. (dok IG @ebemartono)
Video yang menjadikan usher (SPG) di GIIAS 2026 sebagai objek konten berjudul 'cara mendekati cewek' ramai dikritik. Ppembuat konten video itu meminta maaf. (dok IG @ebemartono)
---TITLEEXCERPT--- Polisi melakukan penyelidikan terkait perekaman usher di GIIAS 2026 yang dijadikan objek konten tanpa izin. Hingga saat ini, belum ada laporan resmi dari korban. ---CONTENT---

Jakarta - Kepolisian menanggapi informasi mengenai perekaman usher atau SPG di GIIAS 2026 yang digunakan sebagai konten berjudul 'cara mendekati cewek'. Tim kepolisian telah melakukan pengecekan di lokasi kejadian.

"Memang berdasarkan patroli siber, kita menemukan beberapa konten yang membuat korban tidak nyaman. Anggota Opsnal sedang melakukan penyelidikan di GIIAS," ujar Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan, AKP Wira Graha Setiawan, saat dihubungi pada Selasa (4/8/2026).

Penyelidikan dan Permintaan Maaf

Wira menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi dari pihak korban. Polisi juga mengajak pihak yang merasa dirugikan untuk segera melapor. "Namun kita dari Satreskrim Polres Tangerang Selatan telah melakukan penyelidikan untuk mencari korban dan telah mengirim pesan ke media sosial korban melalui akun resmi Satreskrim Polres Tangerang Selatan," lanjutnya.

Pria yang merekam video tersebut, yang menjadikan usher GIIAS 2026 sebagai objek konten, telah menyampaikan permintaan maaf melalui akun media sosialnya. "Beberapa hari ini sedang ramai terjadinya kegaduhan. Sebelumnya saya Brian, saya ingin meminta maaf atas semua kesalahan yang timbul dari kelakuan saya. Saya tidak membenarkan, saya hanya meminta maaf atas semua pihak yang merasa dirugikan," tulis Brian di Instagram @ebemartono pada Senin (3/8).

Klarifikasi dan Komitmen untuk Berubah

Brian juga menyatakan bahwa ia akan lebih berhati-hati dalam mengunggah video konten di masa mendatang. Ia mengaku bersalah dan memberikan klarifikasi mengenai niat awal pembuatan videonya. "Jadi, awal bikin video itu gini. Awal tuh iseng. Awal suka kenalan sama orang, iseng-iseng aja. Kenalan sama bule, kenalan sama cewek, kenalan sama om-om," jelasnya.

Dia merasa video yang dibuatnya dapat memberikan inspirasi bagi orang-orang yang introvert untuk lebih percaya diri. Brian menegaskan tidak memiliki niat negatif dalam konten-konten yang dihasilkannya. "Segala tuduhan yang timbul mungkin sudah di ranah personal, mungkin ada accusation yang muncul. Lagi-lagi saya minta maaf dan saya tidak membenarkan. Ke depannya saya akan membenahi diri dan meluruskan semua yang terjadi," tutupnya.

Artikel Terkait