Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan bahwa ia tidak akan pernah menjabat sebagai Presiden jika tidak mendapatkan dukungan dari Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. "Kalau saya sebagai Presiden, ya, mandataris rakyat, ya jelas tanpa dukungan NU dan Muhammadiyah tidak mungkin saya jadi mandataris rakyat," ungkap Prabowo saat memberikan pidato pada Pembukaan Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Jombang, Jawa Timur, pada Kamis (27/8).
Pentingnya NU dalam Sejarah Indonesia
Prabowo menekankan bahwa NU merupakan lembaga yang memiliki sejarah panjang dan kontribusi besar dalam perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Ia menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat dan memberdayakan NU di masa depan.
Komitmen untuk Memperkuat Organisasi Islam
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan, "Dan saya tidak ragu-ragu, saya berpikir terus bagaimana saya membesarkan, memperkuat, memberdayakan Nahdlatul Ulama, pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama, dan Muhammadiyah." Ia juga menambahkan bahwa untuk kemajuan bangsa Indonesia, pemerintah harus selalu dekat dengan kedua organisasi tersebut.
Dengan pernyataan ini, Prabowo menunjukkan keseriusannya dalam menjalin hubungan yang kuat dengan NU dan Muhammadiyah demi kebaikan bangsa.