Fakta Politik

Prabowo Memperkirakan Perang Rusia-Ukraina Akan Berlangsung Lebih Lama dari PD II

Presiden Prabowo Subianto memperkirakan bahwa konflik antara Rusia dan Ukraina dapat berlangsung lebih lama dibandingkan dengan Perang Dunia II yang berlangsung selama enam tahun.

A
Amara Rukmana
01 August 2026
37 pembaca
Prabowo ramal perang Rusia vs Ukraina hingga akui dunia penuh ketidakpastian. (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)
Prabowo ramal perang Rusia vs Ukraina hingga akui dunia penuh ketidakpastian. (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengungkapkan bahwa durasi konflik antara Rusia dan Ukraina mungkin akan melebihi panjangnya Perang Dunia Kedua. Perang Dunia II berlangsung selama sekitar enam tahun, dimulai dengan invasi Jerman Nazi ke Polandia pada tahun 1939 dan berakhir dengan kekalahan blok poros pada Agustus 1945.

“Ini mungkin akan lebih lama dari Perang Dunia Kedua. Perang Dunia Kedua mulai September 1939. Habis itu '40, '41, '42, '43, habis itu pertengahan Mei 45. Perang Ukraina mulai tahun '22 ya. '22, '23, '24, '25, sudah masuk '26,” jelas Prabowo saat memberikan pidato dalam pertemuan dengan Kadin di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (31/7).

Ketidakpastian Global dan Dampaknya

Prabowo juga menekankan bahwa saat ini dunia dihadapkan pada ketidakpastian yang besar. Ia mengungkapkan bahwa situasi geopolitik saat ini sangat rentan terhadap konflik yang terjadi di berbagai belahan dunia.

Menurutnya, peperangan yang sedang berlangsung telah mengakibatkan jutaan korban. Meskipun konflik terjadi di negara lain, Prabowo menegaskan bahwa hal tersebut tetap berdampak pada Indonesia.

Dampak Peperangan Terhadap Indonesia

Prabowo menyatakan bahwa konflik yang terjadi di satu bagian dunia dapat mempengaruhi banyak aspek, termasuk harga pangan dan bahan bakar minyak. “Kepada harga pangan, harga BBM, dan sebagainya,” tuturnya.

Dengan konflik di Ukraina yang belum berakhir, Prabowo juga menyebutkan bahwa konflik lain, seperti yang terjadi antara Iran dan Israel-Amerika Serikat, menunjukkan bahwa situasi global belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Ia menekankan bahwa dampak dari peperangan ini sangat besar dan meluas di berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Artikel Terkait