Jakarta, CNN Indonesia -- Dalam sebuah acara peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 yang berlangsung di Jakarta pada hari Minggu (12/7), Presiden Prabowo Subianto menyoroti perubahan sikap politik Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin. Prabowo mengingatkan bahwa meskipun mereka pernah bersaing, kini mereka berada dalam satu pemerintahan.
Prabowo menyatakan bahwa persaingan dalam politik adalah hal yang wajar dan semua pihak harus menerima hasil dari kontestasi tersebut. "Bersaing itu baik. Pertandingan itu baik, iya kan? Sepak bola ada pertandingan, kan ada dua. Satu harus menang. Kalau satu kalah, masa wasitnya mau digebukin? ya, persaingan itu biasa," ujarnya.
Hubungan Prabowo dan Cak Imin
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo memberikan contoh hubungan politiknya dengan Muhaimin Iskandar yang sempat terpisah. "Ini Gus Imin, pertama bersama saya, habis itu tidak bersama saya. Tapi enggak ada masalah, karena dalam hati beliau, beliau juga ingin yang terbaik untuk Indonesia," jelas Prabowo.
Dia menambahkan bahwa saat ini Cak Imin telah bersatu kembali dengannya dalam pemerintahan. "Sekarang beliau bersama saya untuk Indonesia, Saudara. Enggak ada masalah. Siapa lagi dulu yang ngalahin aku? Harus pakai kacamata ini saya ini. Tidak ada masalah," ungkapnya.
Pesan Persatuan Pasca Kontestasi
Prabowo juga menekankan pentingnya kerjasama antara semua pihak yang pernah bersaing setelah kontestasi politik berakhir. "Kita ini satu bangsa, satu nusa, satu bahasa, kita ini satu keluarga. Buktikanlah bahwa bangsa Indonesia ini bangsa yang khas, bangsa yang bersatu. Kita bersaing, habis itu bersatu bekerja untuk seluruh rakyat. Inilah bangsa Indonesia," tutupnya.