Fakta Politik

Prabowo Sampaikan Pidato Kepemimpinan dalam Peluncuran Buku Bahlil

Presiden Prabowo Subianto menghadiri peluncuran buku "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" di Jakarta, di mana ia menggarisbawahi pentingnya nilai-nilai dalam kepemimpinan.

W
Wira Yudha
07 August 2026
43 pembaca
Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan seorang pemimpin tidak cukup bermodal keberanian, tetapi juga harus memiliki nilai kebaikan, kebajikan, dan empati. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)
Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan seorang pemimpin tidak cukup bermodal keberanian, tetapi juga harus memiliki nilai kebaikan, kebajikan, dan empati. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, turut serta dalam acara peluncuran buku berjudul "10 Karya Nyata untuk Negeri: Setengah Abad Bahlil Lahadalia" yang berlangsung di Jakarta pada hari Jumat, 7 Agustus. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan pidato yang membahas tentang esensi kepemimpinan.

Pentingnya Nilai dalam Kepemimpinan

Prabowo menekankan bahwa seorang pemimpin tidak hanya memerlukan keberanian, tetapi juga harus memiliki nilai kebaikan, kebajikan, dan empati. Ia berpendapat, "Berani tanpa kebajikan akan muncul sebagai pemimpin, tetapi mungkin pemimpin yang tidak hati-hati, pemimpin yang tidak arif, pemimpin yang ujungnya membahayakan yang dipimpin." Pernyataan ini menunjukkan bahwa keberanian tanpa disertai kebajikan dapat berpotensi membahayakan masyarakat yang dipimpin.

Karakter Pemimpin yang Beragam

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengungkapkan dua pandangan mengenai asal-usul pemimpin, yaitu pemimpin yang lahir dari latar belakang yang mapan serta pemimpin yang tumbuh dari keluarga sederhana. Ia meyakini bahwa DNA seorang pemimpin sudah ada sejak lahir. "Jadi saudara-saudara, kondisi yang memberatkan, kondisi rintangan, kondisi hambatan justru kondisi-kondisi ini yang membesarkan seorang pemimpin," ujarnya.

Prabowo menambahkan bahwa individu yang tidak menghadapi tantangan atau kesulitan kemungkinan besar tidak akan mampu menjadi pemimpin yang efektif. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan bukanlah sesuatu yang diberikan secara cuma-cuma, melainkan diperoleh melalui usaha dan nilai-nilai yang dimiliki seseorang. "Kepemimpinan itu didapatkan melalui kerja keras, melalui sikap, melalui nilai-nilai yang ada dalam diri seseorang," tuturnya.

Artikel Terkait