Fakta Nasional

Prabowo Tegaskan Komitmen Kerja di Kabinet Merah Putih

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan para menteri di Kabinet Merah Putih untuk siap bekerja tanpa mengenal hari libur, bahkan saat perayaan. Ia menyatakan bahwa mereka yang tidak sanggup dapat mundu...

S
Stevani Nila Wardana
26 August 2026
34 pembaca
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Dok. Biro Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Dok. Biro Sekretariat Presiden)

Denpasar - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas kepada anggota kabinetnya agar bersiap untuk bekerja keras, bahkan di hari libur. Pernyataan ini disampaikan saat acara groundbreaking pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp di Jembrana, Bali, bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi pada Selasa (25/8/2026).

Prabowo menegaskan bahwa kabinetnya tidak mengenal istilah hari libur dalam menjalankan tugas. "Hari ini hari penting, walaupun libur, walaupun Maulid Nabi kita berjuang untuk rakyat kita. Memang di Kabinet Merah Putih mungkin hampir tidak ada tanggal merah," ujarnya.

Risiko Pengabdian

Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa risiko pengabdian harus dihadapi oleh setiap anggota kabinet. "Dan itu risiko, risiko pengabdian. Yang tidak sanggup boleh minggir, banyak yang ingin menggantikan saudara," tambahnya. Dalam kesempatan itu, ia juga mengucapkan selamat memperingati Maulid Nabi, menekankan pentingnya bekerja keras sambil tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama.

Prabowo menegaskan, "Kita tetap bekerja karena kita juga menyadari kita sebagai insan yang bertakwa, selain berdoa, kita selalu menjunjung tinggi agama. Kita juga harus berkarya, bekerja keras untuk mengejar kemajuan nyata untuk rakyat kita."

Peringatan untuk Para Menteri

Pesan serupa sebelumnya juga disampaikan Prabowo ketika menghadiri acara 'Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition' pada Rabu (3/6/2026). Saat itu, ia menjelaskan alasan di balik pencopotan tiga mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang terlibat dalam kasus korupsi. Ketiga mantan pimpinan tersebut adalah Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tegas terhadap siapapun yang mencoba menyalahgunakan amanah rakyat. "Saya tidak mau uang rakyat dicuri. Dan tidak ada, tidak ada pengecualian," tegasnya.

Ia juga meminta agar seluruh kepala dapur dan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meningkatkan pengawasan di lapangan dan tidak terlibat dalam praktik yang dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). "Maka ini pekerjaan yang mulia bagi kita. Dan ini harus berhasil, akan berhasil, kalian bagian penting. Kalau kalian tidak bekerja dengan baik, kalau kalian tidak sungguh-sungguh, kalau kalian tidak setia dan loyal, silakan minggir. Yang penting kepentingan rakyat di atas semua kepentingan," pungkas Prabowo.

Di acara Deklarasi Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) di Indonesia Arena, Jakarta, pada Sabtu (2/11/2024), Prabowo juga mengingatkan para menterinya untuk bersedia mundur jika tidak ingin bekerja sama. Ia menekankan pentingnya pemerintahan yang bersih untuk mencapai kemakmuran dan keadilan bagi rakyat.

Prabowo menyatakan, "Dikatakan bahwa tidak ada negara yang berhasil tanpa pemerintah yang bersih. Tidak ada kemakmuran tanpa keadilan." Ia menegaskan komitmennya untuk memimpin pemerintahan yang bersih dan meminta mereka yang tidak sepakat untuk mundur demi kemajuan bangsa.

Artikel Terkait