Fakta Nasional

Prabowo Tegaskan Stabilitas Ekonomi Meski Rupiah Melemah

Minggu, 17 Mei 2026, 06:51 WIB 12 views 3 menit baca
Prabowo Tegaskan Stabilitas Ekonomi Meski Rupiah Melemah
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno. (dok. detikcom)
Bagikan:

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto merasa heran dengan reaksi panik yang ditunjukkan oleh sebagian pihak terkait dengan terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI), Adi Prayitno, berpendapat bahwa pernyataan Prabowo tersebut merupakan langkah untuk menunjukkan bahwa Indonesia berada dalam kondisi yang baik.

“Satu hal yang pasti bahwa Presiden Prabowo ingin pastikan bahwa kondisi Indonesia baik-baik saja meski rupiah melemah, tidak seperti yang dibayangkan sejumlah pihak kalau Indonesia tak baik-baik saja,” ungkap Adi kepada wartawan pada Minggu (17/5/2026).

Pandangan Masyarakat Terhadap Rupiah

Adi menjelaskan bahwa sering kali persepsi masyarakat awam tentang kondisi ekonomi Indonesia hanya didasarkan pada melemahnya rupiah terhadap dolar. Menurutnya, asumsi tersebut sudah ada sejak lama di kalangan masyarakat. “Tapi sepanjang kebutuhan dasar rakyat terpenuhi, dapur rakyat di bawah aman-aman saja seperti tak ada kenaikan harga tempe, telur, tahu, gas elpiji, daging, dan lain sebagainya, harga rupiah yang merosot itu tak perlu dikhawatirkan,” ujarnya.

Adi menekankan pentingnya pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat dengan tidak menaikkan harga barang-barang kebutuhan. Ia menambahkan bahwa jika harga kebutuhan pokok dan bahan bakar tidak mengalami kenaikan, maka pelemahan rupiah tidak akan berdampak signifikan pada masyarakat. “Sepanjang pemerintah menjamin tak ada kenaikan kebutuhan rakyat di bawah, apapun yang terjadi dengan rupiah aman-aman saja kondisi negara. Ini yang mesti dijaga betul pemerintah,” ucap Adi.

Antisipasi Terhadap Pihak yang Memanfaatkan Situasi

Walaupun demikian, Adi mengingatkan tentang kemungkinan adanya pihak-pihak yang dapat memanfaatkan situasi melemahnya rupiah untuk keuntungan pribadi. Ia menilai bahwa seringkali kondisi yang tidak stabil dimanfaatkan oleh oknum tertentu. “Yang perlu diantisipasi itu adanya 'penunggang gelap' yang bermain di tengah kondisi rupiah lemah dengan cara mencari untung sendiri, menaikkan komoditas rakyat. Jangan sampai ada pihak yang mancing di air keruh. Di negara ini kan banyak sekali orang yang suka menari di atas penderitaan orang lain,” imbuhnya.

Prabowo sebelumnya juga berbicara mengenai nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap USD, dan ia memastikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih sangat stabil. “Saya yakin sekarang ada yang selalu entah apa saya nggak mengerti ya, sebentar-sebentar Indonesia akan kolaps, akan chaos, akan apa... ya kan? Rupiah begini, dolar begini. Orang rakyat di desa nggak pakai dolar kok, ya kan?” kata Prabowo saat meresmikan Museum Ibu Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5).

Prabowo juga menyatakan keheranannya terhadap narasi negatif yang disebarkan mengenai ketahanan ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa di tengah kepanikan yang melanda banyak negara, Indonesia justru berada dalam posisi yang aman. “Pangan-energi aman ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke. Kita banyak, banyak yang diberikan Yang Mahakuasa,” tambahnya.

E

Penulis

Eko Prasetyo

Penulis di Nalar Fakta

Berita Terkait