Fakta Politik

Prabowo Tekankan Pentingnya Stabilitas dalam Pemerintahan di Muktamar NU

Presiden Prabowo Subianto menggarisbawahi perlunya stabilitas dalam pemerintahan saat menutup Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang, Jawa Timur. Ia menekankan bahwa kerja sama berbagai pihak sanga...

D
Dila Rakasiwi
31 August 2026
24 pembaca
Prabowo ungkap pemerintah butuh ketengangan di Muktamar NU. (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)
Prabowo ungkap pemerintah butuh ketengangan di Muktamar NU. (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jombang, CNN Indonesia -- Dalam penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang berlangsung di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menekankan betapa pentingnya stabilitas untuk kelancaran proses pemerintahan. "Bagaimanapun pemerintahan membutuhkan stabilitas, ketenangan," ungkap Prabowo pada Senin (31/8).

Kerja Sama untuk Mengelola Negara Besar

Prabowo menjelaskan bahwa Indonesia sebagai sebuah negara besar memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak untuk dapat mengelolanya dengan baik. Ia menyatakan bahwa luas wilayah Indonesia setara dengan Uni Eropa yang terdiri dari sekitar 27 negara, sehingga pengelolaannya tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.

Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa negara sebesar Indonesia tidak mungkin hanya dipimpin oleh satu partai. "Tidak mungkin negara sebesar ini dipimpin hanya satu partai, kita ini sekarang delapan partai sudah luar biasa efisiennya," ujarnya.

Perbandingan dengan Negara Lain

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga membandingkan situasi politik Indonesia dengan negara lain yang mengalami ketidakstabilan. Ia mencontohkan Jepang dan Inggris yang dalam lima hingga enam tahun terakhir telah mengalami pergantian pemimpin yang cukup sering.

Selain itu, Prabowo menanggapi kritik yang menyebut kabinetnya sebagai kabinet gemuk. Ia membandingkan jumlah anggota kabinetnya dengan kabinet Timor Leste yang memiliki 28 anggota meskipun wilayahnya jauh lebih kecil. "Lebih kecil dari banyak kabupaten di Indonesia, mungkin Kabupaten Bogor lebih besar dari Timor Leste, Banyuwangi. Mereka hanya 1,1 juta. Kabinetnya 28, kabinet Timor Leste 28," kata Prabowo.

Dengan pernyataan tersebut, Prabowo berharap dapat memberikan pemahaman mengenai kompleksitas yang dihadapi dalam mengelola pemerintahan di negara sebesar Indonesia.

Artikel Terkait