Fakta Politik

Prabowo Tinjau Tenda Pengungsi Korban Gempa di Nagekeo

Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke tenda pengungsian korban gempa di Kabupaten Nagekeo, NTT, pada Rabu (26/8). Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan komitmen pemerintah untuk membantu...

U
Ulam Kirana
26 August 2026
29 pembaca
Presiden Prabowo Subianto kunjungi tenda pengungsi korban Gempa NTT, Rabu (26/08/2026). (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden).
Presiden Prabowo Subianto kunjungi tenda pengungsi korban Gempa NTT, Rabu (26/08/2026). (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden).

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengunjungi tenda pengungsian bagi warga yang terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur, pada Rabu, 26 Agustus. Dalam siaran langsung dari Sekretariat Presiden, Prabowo terlihat mengenakan pakaian safari berwarna krem, dipadukan dengan topi biru tua dan kacamata hitam, serta langsung menyapa para korban yang berada di tenda pengungsian.

Kedatangan Prabowo disambut dengan antusiasme tinggi oleh masyarakat yang hadir di lokasi. Ia didampingi oleh sejumlah pejabat penting, termasuk Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Pernyataan Komitmen Pemulihan

Dalam konferensi pers yang berlangsung di lokasi, Prabowo menegaskan bahwa baik pemerintah pusat maupun daerah tidak akan tinggal diam dalam menghadapi situasi ini. Ia menyatakan, "Seluruh jajaran akan bekerja keras memulihkan keadaan." Sebelumnya, Prabowo juga mengadakan rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait di Posko Penanganan Bencana yang terletak di Batalyon Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo.

Data Korban dan Kerusakan

Presiden Prabowo tiba di lokasi sekitar menjelang pukul 12.00 dengan menggunakan helikopter kepresidenan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan bahwa hingga Rabu, 26 Agustus, jumlah korban jiwa akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Timur telah meningkat menjadi 105 orang. Dalam rapat di Posko Penanganan Gempa NTT, Suharyanto menyampaikan, "Bapak Presiden, kami laporkan. Untuk yang meninggal dunia ada 105 jiwa."

Ia juga mencatat bahwa terdapat 1.678 orang yang mengalami luka-luka, sementara jumlah pengungsi mencapai 179.037 orang. Suharyanto menjelaskan bahwa dari total tersebut, 48 orang adalah korban langsung dari gempa, sedangkan 57 orang lainnya merupakan hasil dari operasi pencarian dan penyelamatan oleh Basarnas.

Selain itu, Suharyanto menginformasikan bahwa jumlah rumah yang rusak sementara ini mencapai 81.436 unit. Tiga kabupaten yang paling parah terdampak adalah Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.

Artikel Terkait