Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI serta DPD RI Tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta pada hari Jumat, 14 Agustus.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menguraikan berbagai langkah yang akan diambil pemerintah untuk memperbaiki pendidikan, termasuk mempercepat renovasi sekolah, memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran, dan memperluas akses pendidikan bagi anak-anak di seluruh Indonesia. Ia menegaskan pentingnya memastikan bahwa setiap anak di Indonesia mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, pemerintah saat ini sedang melaksanakan program perbaikan sekolah terbesar dalam sejarah melalui Revitalisasi Satuan Pendidikan.
Target Renovasi Sekolah yang Ambisius
“Tahun lalu 17 ribu, tahun ini 71 ribu lebih. Tahun depan target kami 100 ribu, pada 2028 100 ribu. Pada 2029 semua sekolah di Indonesia, SD, SMP, SMA, SMK, termasuk di pesantren-pesantren harus selesai direnovasi,” ungkap Presiden Prabowo di hadapan anggota MPR RI, DPR RI, dan DPD RI.
Dalam upaya digitalisasi pembelajaran, Presiden juga menyampaikan bahwa pemerintah telah membagikan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) kepada sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. “Tahun lalu berhasil membagikan satu layar setiap sekolah. Desember 31, pemerintah akan membagikan tambahan tiga layar setiap sekolah. Artinya, setiap sekolah di Indonesia akan memiliki empat ruang kelas yang dilengkapi dengan layar pintar interaktif,” tambahnya.
Pentingnya Penguasaan Bahasa Asing
Menurut Presiden Prabowo, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan akan memberikan akses yang lebih luas bagi guru dan siswa terhadap kurikulum serta konten pembelajaran. Materi pembelajaran juga dapat diakses kembali jika diperlukan, termasuk dari rumah. Ia juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa asing sebagai bagian dari peningkatan kualitas pendidikan, yang akan dimulai sejak jenjang sekolah dasar, termasuk untuk murid kelas 1 SD.
“Anak-anak harus punya akses kepada pendidikan terbaik agar mereka nanti kalau masuk ke, kalau sudah mencari lapangan kerja, mereka punya kemampuan lebih. Mereka bisa diterima di mana-mana, mereka bisa kerja dengan pihak manapun,” lanjut Presiden.
Selain itu, dalam penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dan Nota Keuangan, Presiden menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu dari delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN). Klaster tersebut mencakup kedaulatan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur, perumahan, dan ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan.
Presiden juga menjelaskan langkah-langkah besar yang akan diambil untuk melanjutkan transformasi Indonesia, salah satunya terkait renovasi sekolah yang rusak. “Pemerintah akan menyelesaikan renovasi seluruh sekolah yang membutuhkan perbaikan paling lambat 2029. Bagi saya, negara wajib memastikan setiap anak sekolah belajar di sekolah yang aman dan bermartabat. Sekolah adalah tempat anak-anak Indonesia membangun masa depan mereka,” tegasnya.
Ia menyoroti masih adanya anak-anak yang belajar di ruang kelas dengan kondisi yang tidak layak, seperti atap bocor, dinding retak, toilet rusak, dan ruang kelas yang tidak aman. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh terus berlanjut dan harus segera ditangani. “Indonesia harus berani memasang target yang tinggi. Tidak boleh ada lagi cerita sekolah roboh. Tidak boleh lagi ada ruang kelas rusak yang dibiarkan rusak bertahun-tahun. Semua sekolah harus berada dalam kondisi baik, aman, bersih, dan layak untuk belajar,” ucapnya.
Pemerintah juga akan melengkapi seluruh ruang kelas dengan layar pintar interaktif atau IFP untuk mendukung proses pembelajaran. Pembelajaran jarak jauh melalui siaran juga akan dikembangkan sehingga guru-guru terbaik dapat mengajar dari studio guru di Jakarta maupun ibu kota provinsi dan diakses oleh sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. “Harus melakukan lompatan di bidang pendidikan. Pemerintah juga akan memperjuangkan seluruh sekolah negeri tidak dipungut bayaran. Ini adalah cita-cita pendiri-pendiri bangsa. Pendidikan adalah hak semua anak Indonesia,” pungkas Presiden Prabowo.