Fakta Nasional

--- Profil Saepul, Pelaku Mutilasi di Depok yang Pernah Ikut Ajang Bakat ---

--- Rekaman lama Saepul, pelaku mutilasi pria K di Depok, kembali viral setelah ia muncul dalam sebuah acara pencarian bakat. Dalam video tersebut, Saepul mengungkapkan motivasinya untuk membantu ibun...

P
Panca Akbar Saputra
07 August 2026
33 pembaca
Foto: Sosok Saepul, pelaku mutilasi pria di Depok pernah ikut ajang pencarian bakat. (dok. Istimewa)
Foto: Sosok Saepul, pelaku mutilasi pria di Depok pernah ikut ajang pencarian bakat. (dok. Istimewa)
---TITLEEXCERPT--- Rekaman lama Saepul, pelaku mutilasi pria K di Depok, kembali viral setelah ia muncul dalam sebuah acara pencarian bakat. Dalam video tersebut, Saepul mengungkapkan motivasinya untuk membantu ibunya. ---CONTENT---

Depok - Sebuah rekaman video yang menunjukkan Saepul, pelaku mutilasi terhadap pria K (51) di Pancoran Mas, Depok, kembali menjadi viral. Saepul pernah tampil di televisi saat mengikuti ajang pencarian bakat. Dalam video yang beredar, ia menyatakan bahwa keikutsertaannya dalam program tersebut bertujuan untuk membantu meringankan beban ibunya yang berjualan sayuran di pasar, sebuah pernyataan yang membuat banyak penonton terharu.

Detikcom telah mengonfirmasi mengenai video tersebut kepada Kanit 1 Subdit Resmob Polda Metro Jaya, Kompol Dimitri Mahendara. Dimitri mengonfirmasi bahwa Saepul memang pernah mengikuti ajang pencarian bakat. "Betul, itu dia. Ada di akun TikTok dia juga," ungkap Dimitri pada Jumat (7/8/2026).

Riwayat Hidup Saepul

Dimitri juga menyampaikan bahwa Saepul pernah bekerja sebagai tenaga pengajar di sebuah sekolah menengah pertama (SMP) di Pandeglang, Banten. Setelah melakukan pembunuhan dan mutilasi terhadap pria K, Saepul melarikan diri ke Pandeglang. "Menurut pengakuan tersangka, sempat jadi guru matematika di sekolah SMP di Pandeglang, Banten, tetapi sudah tidak," tambahnya.

Detail Kejadian Mutilasi

Saepul membunuh pria K yang dikenalnya melalui aplikasi komunitas penyuka sesama jenis, di kontrakannya yang terletak di daerah Cipayung, Depok, pada 23 Juli 2026. Setelah membunuh, ia memutilasi jasad K dan membuang potongan kaki korban ke Kali Licin, Depok. Hingga saat ini, potongan kaki tersebut belum ditemukan, dan pencarian akan dilanjutkan keesokan harinya.

Saepul mengaku bahwa ia membunuh K karena emosi yang dipicu oleh perlakuan K. Ia merasa kesal setelah ditampar, yang membuatnya membalas dan mengakibatkan kematian korban. Namun, belakangan terungkap bahwa Saepul telah merencanakan pembunuhan tersebut dengan niat untuk merampas motor dan harta benda milik korban.

Artikel Terkait