Jakarta, CNN Indonesia -- Fredy Alex Damanik, Sekretaris Jenderal DPP Projo, memberikan klarifikasi mengenai video yang menunjukkan Ketua Umum Budi Arie Setiadi bersama Jokowi, yang beredar luas di media sosial dan membahas kemungkinan pemilihan umum (Pemilu) 2029 yang bisa dipercepat. Fredy menyatakan bahwa video tersebut bukanlah rekaman utuh, melainkan hanya potongan dari pembicaraan yang lebih luas.
“Pertama, video tersebut bukan merupakan video utuh, tetapi sebenarnya sedang memaparkan berbagai kemungkinan,” ungkap Fredy dalam sebuah video yang dirilis pada Selasa (25/8).
Forum Silaturahmi dan Diskusi Internal
Fredy menjelaskan bahwa forum di mana Budi menyampaikan pandangannya adalah acara silaturahmi dalam rangka Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, yang melibatkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan para relawannya. Dalam forum tersebut, terdapat diskusi internal singkat yang mencerminkan situasi kebangsaan saat ini, di mana para peserta membahas berbagai masukan untuk menyikapi kondisi yang ada.
“Masukan itu sengaja disampaikan ke Jokowi agar bisa sampai ke telinga Presiden Prabowo Subianto, mengingat relasi mereka dan sama-sama presiden,” tambah Fredy. Dia menekankan bahwa relawan berharap Jokowi dapat menyampaikan pandangan tersebut kepada Presiden Prabowo demi perbaikan bangsa ke depan.
Pandangan Jokowi dan Spekulasi Budi Arie
Fredy juga menyampaikan bahwa Jokowi mendengarkan seluruh pandangan relawan mengenai situasi yang berkembang saat ini. Jokowi menegaskan agar semua pihak tetap tenang dan tidak khawatir. “Situasi baik-baik saja, ekonomi masih tumbuh baik, inflasi terkendali, jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan,” ujarnya.
Sebelumnya, video yang beredar menunjukkan Budi Arie berspekulasi bahwa konstelasi politik ke depan bisa bergerak lebih cepat dari yang diperkirakan. Dia bahkan sempat berbisik kepada Jokowi, “Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029? Apakah kita mau? Belum tentu kita mau.” Budi Arie juga menjelaskan tentang persiapan alternatif jika terjadi situasi tak terduga sebelum tahun 2029, serta membandingkan kondisi saat ini dengan gerakan aktivis pada tahun 1997-1998 yang dipicu oleh keresahan masyarakat.