Fakta Politik

Rapat DPR dan Menteri Bahas Isu Agraria Mendesak

Pimpinan DPR mengadakan pertemuan dengan sejumlah menteri untuk membahas isu-isu strategis di sektor agraria yang perlu segera ditangani. Rapat ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad.

D
Dila Rakasiwi
11 August 2026
26 pembaca
Pimpinan DPR menggelar rapat bersama sejumlah menteri kabinet di sektor agraria membahas sejumlah isu strategis di sektor agraria yang dinilai mendesak untuk segera diselesaikan. Ilustrasi (dok. istimewa)
Pimpinan DPR menggelar rapat bersama sejumlah menteri kabinet di sektor agraria membahas sejumlah isu strategis di sektor agraria yang dinilai mendesak untuk segera diselesaikan. Ilustrasi (dok. istimewa)

Jakarta, CNN Indonesia -- Pimpinan DPR mengadakan rapat bersama sejumlah menteri kabinet yang berkaitan dengan sektor agraria untuk membahas berbagai isu strategis yang dianggap mendesak untuk diselesaikan. Rapat tersebut dipimpin oleh Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, yang didampingi oleh dua pimpinan lainnya, yaitu Cucun Ahmad Syamsurizal dari PKB dan Saan Mustopa dari NasDem. Dari pihak pemerintah, hadir Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menteri ATR BPN Nusron Wahid, serta beberapa wakil menteri terkait.

Fokus Pembahasan Isu Agraria

Dasco menjelaskan bahwa tujuan rapat ini adalah untuk membahas berbagai hal yang strategis serta konflik agraria yang sangat mendesak untuk segera ditangani. "Gunanya adalah membicarakan beberapa hal-hal yang strategis serta konflik-konflik agraria yang sangat mendesak untuk segera," ungkap Dasco saat memimpin rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (11/8).

Kebutuhan Koordinasi Antara DPR dan Pemerintah

Walaupun Dasco tidak merinci isu-isu mendesak yang dibahas, ia menekankan pentingnya koordinasi antara DPR dan pemerintah. Menurutnya, Panitia Khusus (Pansus) Agraria DPR tidak dapat berbuat banyak tanpa adanya kerjasama yang baik. "Kalau dilihat grand design soal KPA ini tentunya akan memakan waktu yang lama dan panjang. Sementara, Pansus Agraria yang sudah dibentuk DPR itu juga belum bisa menghasilkan banyak," jelasnya.

Setelah rapat, Mensesneg Prasetyo mengungkapkan bahwa pemerintah telah membentuk tim lintas kementerian untuk menangani sejumlah kasus agraria. Ia menambahkan bahwa rapat tersebut juga menyoroti masalah 73 ribu hektare sawah yang tercatat berada dalam kawasan hutan. "Ini kan jenis yang bisa diselesaikan lebih cepat, banyak tersebar," kata Pras.

Artikel Terkait