Fakta Pendidikan

Revitalisasi Benteng Van Der Wijck untuk Pusat Budaya dan Ekonomi di Kebumen

Menteri Koperasi Ferry Juliantoro mendorong pengembangan Benteng Van Der Wijck di Kebumen menjadi pusat budaya, pendidikan, dan pariwisata. Revitalisasi ini diharapkan dapat meningkatkan perekonomian...

P
Panca Akbar Saputra
28 August 2026
26 pembaca
Menkop Dorong Revitalisasi Benteng Van Der Wijck Jadi Pusat Budaya, Wisata, Pendidikan
Menkop Dorong Revitalisasi Benteng Van Der Wijck Jadi Pusat Budaya, Wisata, Pendidikan

Menteri Koperasi, Ferry Juliantoro, mengungkapkan dukungannya terhadap revitalisasi Benteng Van Der Wijck yang terletak di Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Benteng yang memiliki nilai sejarah ini dianggap memiliki potensi untuk dikembangkan tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai pusat kegiatan budaya, pendidikan, serta penggerak ekonomi lokal.

Ferry mengaku terkesan setelah mengunjungi benteng peninggalan kolonial Belanda tersebut. Ia menilai bahwa struktur bangunan Benteng Van Der Wijck masih sangat kokoh dan memiliki nilai sejarah yang tinggi. “Saya baru tahu betapa luar biasanya Benteng Van Der Wijck ini. Dari sisi struktur bangunan, benteng ini masih kokoh sekali. Tinggal kami sedikit merevitalisasi semua nilai dan fungsinya,” ujarnya saat membuka Kebumen Travel Mart (KTM) 2026 dan Gombong Culture Festival di lokasi benteng, pada Kamis (27/8).

Peluang Ekonomi Melalui Revitalisasi

Dalam rencananya, Ferry juga berkeinginan untuk mengundang Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, agar dapat melihat langsung kondisi Benteng Van Der Wijck. Ia percaya bahwa revitalisasi benteng ini akan membuka peluang pemanfaatan sebagai pusat kegiatan budaya dan pendidikan, yang pada gilirannya akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat Kebumen. Meningkatnya jumlah wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, diharapkan dapat mendorong perkembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kalau semua ini berjalan, multipengaruhnya akan berdampak pada kemajuan ekonomi, sebab UMKM bergerak dengan datangnya wisatawan dari nusantara dan mancanegara,” tambahnya.

Sejarah dan Peran Koperasi di Kebumen

Ferry juga membandingkan kondisi Benteng Van Der Wijck dengan gedung bersejarah di Tasikmalaya, Jawa Barat, yang menjadi lokasi Kongres Koperasi Pertama Indonesia pada 11–14 Juli 1947. Ia menilai bahwa dari segi kondisi bangunan sipil, Benteng Van Der Wijck bahkan lebih baik. Ia mengingatkan tentang sejarah panjang Kebumen dalam perkembangan koperasi di Indonesia, di mana cikal bakal koperasi pertama lahir pada 16 Desember 1886 melalui prakarsa Raden Aria Wiraatmadja.

Ferry mendorong organisasi Induk Warga Asal Kabupaten Kebumen (IWAKK) Walet Emas untuk membentuk koperasi yang dapat menjadi wadah bagi pengembangan usaha para pelaku UMKM. Koperasi ini diharapkan dapat memperkuat usaha anggotanya serta membantu produk-produk UMKM Kebumen untuk menembus pasar ekspor.

Bupati Kebumen, Lilis Suryani, juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan KTM dan Gombong Culture Festival 2026 yang dianggap dapat mengangkat nama Gombong dan Kebumen. Ia menekankan pentingnya peran IWAKK dalam menghubungkan warga Kebumen yang berada di perantauan dengan daerah asal mereka.

Dukungan terhadap pengembangan Benteng Van Der Wijck juga disampaikan oleh Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Akhiruddin Darodjat. Ia mengapresiasi pelaksanaan KTM dan Gombong Culture Festival yang memanfaatkan kawasan benteng yang saat ini dikelola oleh TNI. “Ini kebanggaan warga Kebumen memiliki benteng segi delapan yang masih kokoh. Karena itu kami membuka ruang yang lebar untuk kolaborasi guna lebih meningkatkan peran dan manfaat benteng bagi kesejahteraan rakyat, terutama generasi muda,” ujarnya.

jpnn.com Sumber: jpnn.com

Artikel Terkait