Fakta Nasional

Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau, Apa Kata BMKG?

Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebar hingga ke Jakarta dan sekitarnya. BMKG memberikan penjelasan mengenai kemungkinan sebaran abu ini ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

S
Stevani Nila Wardana
07 September 2026
14 pembaca
Ilustrasi. Dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (Foto: REUTERS/Sammy)
Ilustrasi. Dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (Foto: REUTERS/Sammy)

Jakarta - Abu vulkanik yang dihasilkan dari erupsi Gunung Anak Krakatau telah terdeteksi menyebar hingga Jakarta dan sekitarnya. Pertanyaan yang muncul adalah apakah abu ini bisa mencapai Jawa Tengah dan Jawa Timur. BMKG memberikan penjelasan mengenai hal ini.

Penyebaran Abu Tergantung Arah Angin

Andri Ramdhani, Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, menjelaskan bahwa kemungkinan penyebaran abu vulkanik ke wilayah timur Pulau Jawa sangat bergantung pada arah angin. "Untuk kemungkinan abu vulkanik mencapai Jawa Tengah dan Jawa Timur, secara meteorologis hal tersebut bergantung pada perubahan arah angin di berbagai lapisan atmosfer," ungkap Andri.

Saat ini, sebaran abu lebih banyak terpantau di bagian barat Jawa dan selatan Sumatra. "Namun, apabila terjadi perubahan pola angin yang mendukung, sebaran abu dapat bergerak ke wilayah yang lebih jauh," tambahnya.

Durasi Sebaran Abu di Jakarta

Andri juga menyatakan bahwa belum ada kepastian mengenai sampai kapan sebaran abu vulkanik ini akan berlangsung di Jakarta. Hal ini disebabkan oleh ketergantungan pada aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. "Untuk sebaran abu vulkanik di Jakarta, sampai kapan berlangsungnya belum dapat dipastikan karena sangat bergantung pada aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau serta arah dan kecepatan angin," jelasnya.

Berdasarkan analisis kondisi atmosfer pada 6 September 2026 pukul 16.00 WIB, angin di sekitar Gunung Anak Krakatau menunjukkan variasi berdasarkan ketinggian. Angin bertiup dari tenggara-selatan di lapisan bawah, barat laut-utara di lapisan menengah, dan utara-timur laut di lapisan atas, dengan kecepatan antara 2 hingga 30 knot. Kondisi ini memungkinkan abu vulkanik untuk bergerak dan menyebar ke bagian barat Jawa maupun selatan Sumatra.

Andri mengingatkan kepada masyarakat di daerah yang terpengaruh atau berpotensi terdampak agar tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama selama masih ada paparan abu vulkanik. "Masyarakat di wilayah yang terdampak atau berpotensi terdampak sebaiknya tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama selama masih terdapat paparan abu vulkanik," kata Andri.

Artikel Terkait