Pelita Harapan Group (PHG) baru saja melaksanakan grand launching untuk Sekolah Dian Harapan (SDH) Global Bali. Sekolah ini dirancang untuk mengintegrasikan kualitas akademik yang berstandar internasional dengan pembentukan karakter, pengembangan potensi, serta penghargaan terhadap identitas dan lingkungan di mana siswa berkembang. Kehadiran SDH Global Bali juga merupakan upaya untuk memberikan lebih banyak pilihan pendidikan bagi keluarga di Bali, di tengah meningkatnya interaksi masyarakat dengan kemajuan teknologi, budaya, dan komunitas global.
Konteks Pendidikan di Bali
Dr. Stephanie Riady, Presiden Pelita Harapan Group, menjelaskan bahwa Bali memiliki konteks unik untuk pengembangan pendidikan. Keterbukaan masyarakat Bali terhadap dunia global berjalan seiring dengan kemampuan mereka untuk menjaga tradisi dan identitas lokal. "Setiap kali datang ke Bali, saya selalu mendapatkan kesan yang sangat kuat. Bali memiliki taksu, sebuah kemampuan yang luar biasa untuk menerima dunia tanpa kehilangan dirinya sendiri. Di sini, tradisi hidup berdampingan dengan modernitas," ungkap Stephanie.
Dia menekankan bahwa dalam memilih sekolah, orang tua tidak hanya mempertimbangkan kurikulum, fasilitas, atau prestasi akademik, tetapi juga pentingnya mengenali setiap anak sebagai individu. "Apakah ada guru yang mengetahui ketika seorang anak sedang mengalami kesulitan? Apakah ada orang yang mampu melihat bakat dalam diri seorang anak bahkan sebelum anak itu menyadarinya? Apakah sekolah memberikan ruang bagi mereka untuk gagal, belajar, mencoba kembali, dan bertumbuh menjadi dirinya sendiri?" tambahnya.
Peran SDH Global Bali dalam Masyarakat
Stephanie juga menjelaskan bahwa Bali memberikan kesempatan unik bagi anak-anak untuk tumbuh di tengah pertemuan berbagai bangsa, bahasa, budaya, dan perspektif. Namun, terpapar pada dunia tidak serta merta berarti memahami dunia, dan menjadi global tidak berarti menjauh dari Indonesia. Berdasarkan hal ini, Stephanie menegaskan bahwa SDH Global Bali tidak boleh menjadi institusi pendidikan yang terpisah dari lingkungan sekitarnya. Sekolah harus belajar dari masyarakat dan membangun koneksi dengan ekosistem pendidikan serta komunitas lokal.
"SDH Global Bali tidak boleh hanya menjadi SDH Global yang kebetulan berlokasi di Bali. Sekolah ini harus menjadi bagian dari Bali, belajar dari Bali, bertumbuh bersama masyarakat Bali, dan memberikan kontribusi bagi lingkungan di sekitarnya. Sekolah yang baik tidak boleh menjadi sebuah pulau di dalam sebuah pulau," jelasnya.
Hasil dari pendidikan ini, menurut Stephanie, akan terlihat dalam jangka panjang, seperti ketika lulusan memilih untuk berpegang pada kejujuran meskipun ada jalan yang lebih mudah, menggunakan pengetahuan untuk memecahkan masalah masyarakat, menjadi pemimpin yang mau melayani, dan tetap rendah hati saat meraih kesuksesan. "Kami memang meresmikan sebuah sekolah. Namun yang sesungguhnya ingin kami buka adalah kemungkinan-kemungkinan baru bagi anak-anak, keluarga, Bali, dan Indonesia. Semoga SDH Global Bali bukan sekadar menjadi sekolah yang berada di Bali, tetapi sekolah yang belajar dari Bali, bertumbuh bersama Bali, dan dari Bali ikut mempersiapkan generasi Indonesia yang siap memberi makna bagi dunia," seru Stephanie.