Fakta Pendidikan

Semangat Deni Fikri Mewakili Sulbar di Paskibraka Tingkat Pusat

M. Deni Fikri, siswa dari Sulawesi Barat, terpilih sebagai perwakilan dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat 2026. Ia berlatih keras menjelang upacara HUT ke-81 RI di Istana...

P
Padma Dewi
16 August 2026
34 pembaca
Foto: Trisna Wulandari/detikcom
Foto: Trisna Wulandari/detikcom

Jakarta - M. Deni Fikri telah terdaftar sebagai perwakilan Sulawesi Barat dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat untuk tahun 2026. Menjelang upacara peringatan HUT ke-81 RI yang akan berlangsung di Istana Merdeka, Jakarta, Deni bersama rekan-rekannya melakukan latihan intensif dari pagi hingga sore.

Siswa dari UPTD SMA Negeri 1 Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar ini mengungkapkan bahwa menjadi anggota Paskibraka adalah impiannya sejak ia duduk di bangku SD. Ia terinspirasi oleh kakaknya yang pernah mengikuti seleksi Paskibraka, meskipun tidak berhasil. "Untuk saya, pelatihannya cukup berat, karena ini memang tingkatnya tingkat paling tertinggi, yaitu nasional. Tetapi, bagi saya, ini adalah suatu pencapaian. Bagi saya, ini cita-cita saya dari SD, melanjutkan perjuangan kakak saya yang dulunya gugur dalam seleksi paskibraka tingkat nasional," ujarnya.

Inspirasi dari Kakak

Deni menceritakan bahwa ketertarikan awalnya terhadap Paskibraka muncul saat melihat kakaknya bertugas mengibarkan bendera pada upacara HUT RI di kecamatan. Kakaknya saat itu menjabat sebagai Komandan Kelompok (Danpok) 17. "17 orang, sekitar ada 50 meter ke lapangan, masuk. Saya kagum melihat kakak saya," kenangnya.

Sejak saat itu, Deni bertekad untuk belajar lebih banyak tentang Paskibraka. Ia mulai mempelajari berbagai gerakan dasar seperti hadap kanan, hadap kiri, dan jalan di tempat dari kakaknya.

Persiapan Seleksi

Meskipun tidak mengikuti ekstrakurikuler Paskibraka saat SMP, Deni aktif di organisasi Pramuka dan menjabat sebagai pimpinan regu. "Kebetulan dari kelas 2 sampai kelas 3 saya menjadi pimpinan regu, yaitu pimpinan kelompok," ungkapnya.

Dengan bekal kedisiplinan dan keterampilan kepemimpinan yang diperolehnya di SMP, Deni mendaftar untuk seleksi Paskibraka 2026. Ia juga mendapatkan dukungan dari sepupunya yang membimbingnya dalam persiapan tes seleksi. Setiap malam, ia mengerjakan soal-soal Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang diberikan sepupunya. "Saya kerja sendiri, terus kakak sepupu saya cek. Lama-kelamaan, hari pertama nilai saya rendah, 20, dan kemudian hari ketiga naik 30. Dan Alhamdulillah, menjelang satu minggu, nilai saya meningkat sebelum H-1 seleksi TWK-TIU," tuturnya.

Untuk mempersiapkan ujian tentang Pancasila, Deni mempelajari makna dari setiap sila serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Ia membagi waktu antara sekolah, latihan sore, dan belajar malam untuk memastikan ia mendapatkan nilai tinggi dan lolos seleksi hingga tingkat nasional.

Dalam tahap tes kesamaptaan, ia juga berfokus pada latihan fisik untuk meningkatkan stamina. "Kesamaptaan tergantung dari waktu. Bisa kita melatih lari, push-up. Itu push-up lima kali sehari, setidaknya ada lima kali push-up lah. Kemudian lari pagi, setidaknya tiga kilometer, lari sore juga tiga kilometer. Dan kemudian latih sit-up, back-up, dan shuttle run," jelasnya.

Deni berhasil lolos seleksi berkas dan mengikuti Seleksi Wawasan Kebangsaan dan Seleksi Intelegensia Umum. Ia meraih nilai TWK 95 dan TIU 90. Setelah lolos di tingkat kabupaten, ia menghadapi tes yang sama di tingkat provinsi dan berhasil mendapatkan nilai yang sama.

Selanjutnya, ia mengikuti tes samapta, psikotest, dan kesehatan, yang juga merupakan aspek penting bagi seorang anggota Paskibraka. Usaha dan doanya membuahkan hasil, Deni berhasil masuk dalam tiga besar pasangan putra-putri pada seleksi tingkat provinsi.

Menjadi Paskibraka Tingkat Pusat

Di tingkat pusat, Deni terpilih untuk mewakili Sulawesi Barat sebagai Calon Paskibraka Tingkat Pusat 2026 bersama Ismi Ulfaida, siswi dari Sekolah Rakyat Terintegrasi 22 Polewali Mandar. "Mewakili daerah itu sangat bangga karena bisa mengharumkan daerah sendiri, terutama di desa saya sendiri. Dan bertemu dengan teman-teman 38 provinsi ini, saya cukup senang dan bahagia bisa berkenalan se-Indonesia, dari Sabang sampai Merauke," ujarnya.

Deni merasakan perbedaan budaya dan bahasa dari berbagai provinsi selama pemusatan pelatihan. Ia belajar memahami kebiasaan dan perilaku teman-teman dari daerah lain, meskipun hal tersebut tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk tetap bersatu. "Tetapi itu bukan halangan bagi kami. Kami tetap satu, tetap saling merangkul, agar angkatan 2026 ini lebih baik dari tahun sebelumnya," tuturnya.

Selama pemusatan pelatihan yang dimulai sejak Juli lalu, Deni dan teman-temannya saling mendukung untuk mengatasi kerinduan terhadap keluarga. "Kita harus menahan rindu terhadap keluarga. Rindu itu berat, jadi kita semua di sini tetap saling merangkul, tetap saling menjaga," ucapnya.

Menjadi anggota Paskibraka bagi Deni merupakan langkah penting untuk meraih cita-citanya, yaitu masuk Akademi Kepolisian (Akpol). Dengan bekal fisik dan mental yang kuat serta pemahaman tentang Pancasila, ia merasa lebih dekat untuk mencapai tujuannya.

Bagaimana dengan kamu? Sudah sampai mana persiapan untuk mendaftar Paskibraka tahun depan? Semangat belajar dan berlatih!

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait