Fakta Pendidikan

Singapura Tercatat Sebagai Negara dengan Harapan Hidup Tertinggi, Apa Penyebabnya?

Kualitas kesehatan berkontribusi pada angka harapan hidup, dan Singapura dinyatakan sebagai negara dengan harapan hidup tertinggi menurut penelitian terbaru. Rata-rata warga Singapura diperkirakan dap...

A
Amara Rukmana
04 August 2026
39 pembaca
Foto: Getty Images/justhavealook/Orang-orang Singapura memiliki angka harapan hidup yang tinggi.
Foto: Getty Images/justhavealook/Orang-orang Singapura memiliki angka harapan hidup yang tinggi.

Jakarta - Kualitas kesehatan individu berperan penting dalam menentukan angka harapan hidup. Dalam konteks negara, Singapura telah diidentifikasi sebagai negara dengan harapan hidup tertinggi bagi warganya. Temuan ini diungkapkan dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh The Lancet Public Health pada tahun 2023. Penelitian tersebut memperkirakan angka harapan hidup di 204 negara, dengan Singapura menempati posisi teratas.

Rata-rata warga Singapura diperkirakan dapat hidup melewati usia 85 tahun. Hal ini disampaikan oleh Dr. Marie Ng, seorang profesor di Sekolah Kedokteran Yong Loo Lin, National University of Singapore (NUS). "Umur panjang Singapura mencerminkan kebijakan jangka panjang yang disengaja, bukan karena satu penyebab tunggal," ujarnya, seperti yang dilaporkan oleh BBC Science Focus.

Sistem Kesehatan yang Kuat

Dr. Marie menekankan bahwa Singapura memiliki sistem perawatan kesehatan dan perlindungan sosial yang solid. Selain itu, pendekatan tata kelola yang berbasis bukti juga berkontribusi pada perkembangan masyarakat. Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa warga Singapura memiliki harapan hidup hingga 80 tahun, tetapi dalam 11,2 tahun terakhir, mereka berpotensi menghadapi masalah kesehatan.

Peneliti juga membedakan antara angka harapan hidup dan harapan hidup sehat. Saat ini, masyarakat menghabiskan sisa hidup mereka dalam kondisi kesehatan yang kurang baik, jika dibandingkan dengan generasi yang lahir pada tahun 1990-an. Jika menghitung angka harapan hidup sehat, warga Singapura memiliki angka mencapai 74,1 tahun. Ini menunjukkan bahwa secara global, angka harapan hidup sehat belum mampu mengikuti peningkatan harapan hidup secara keseluruhan.

Perbedaan Harapan Hidup Berdasarkan Gender

Secara umum, perempuan memiliki harapan hidup yang lebih lama dibandingkan laki-laki, meskipun mereka sering kali menghabiskan sisa hidup dalam keadaan kesehatan yang buruk. Di Singapura, para peneliti menemukan bahwa rata-rata perempuan hidup 4,4 tahun lebih lama dibandingkan laki-laki. "Paradoks kesehatan gender, bahwa perempuan hidup lebih lama tetapi dengan lebih banyak tahun dalam kondisi kesehatan yang buruk, telah lama dikenal tetapi masih kurang dijelaskan. Studi ini merupakan pengingat lain bahwa hal ini layak mendapat perhatian lebih," ungkap Dr. Julian Mutz, seorang pakar kesehatan dari King's College London.

Berdasarkan penelitian, penyakit yang umum dialami oleh lansia mencakup gangguan muskuloskeletal, depresi dan kecemasan, gangguan pendengaran, cedera, diabetes, tekanan darah tinggi, serta penyakit jantung. "Pesan utamanya adalah bahwa umur panjang saja bukanlah ukuran keberhasilan yang tepat. Pertanyaan mendesaknya bukan sekadar berapa lama kita hidup, tetapi seberapa baik kita menjalani babak terakhir kehidupan kita dan apakah tahun-tahun tambahan itu merupakan tahun-tahun vitalitas atau penurunan," jelas Profesor Simon Jones dari Pusat Penuaan Muskuloskeletal Universitas Birmingham.

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait