Fakta Pendidikan

Sukun: Buah Tradisional yang Berpotensi Menjadi Superfood Masa Depan

Sukun, yang sering dianggap sebagai buah kampung, diungkap oleh seorang pakar dari IPB University sebagai calon superfood dengan berbagai manfaat kesehatan dan potensi budidaya yang ramah lingkungan.

W
Wira Yudha
01 August 2026
40 pembaca
Foto: iStock/Buah Sukun, yang mudah ditemukan di kampung-kampung atau pohon pinggir jalan.
Foto: iStock/Buah Sukun, yang mudah ditemukan di kampung-kampung atau pohon pinggir jalan.

Jakarta - Apakah Anda pernah melihat atau mencicipi buah sukun? Baru-baru ini, Prof Edi Santosa, seorang Guru Besar Fakultas Pertanian IPB University, mengungkapkan bahwa sukun memiliki potensi untuk menjadi 'superfood' lokal di masa depan. Apa yang membuatnya istimewa? Sukun (Artocarpus altilis) adalah buah yang berasal dari sejenis pohon dan dikenal dengan berbagai nama seperti kulur, ketimbul, su'un, dan amo.

Pohon sukun dapat ditemukan di seluruh kepulauan Nusantara, termasuk Pulau Papua, serta di wilayah kepulauan Pasifik. Buah ini sering disebut sebagai 'buah kampung' karena tumbuh di sekitar pekarangan rumah. Di beberapa daerah, sukun biasa diolah menjadi camilan berkarbohidrat yang digoreng atau digunakan sebagai bahan campuran dalam berbagai olahan makanan.

Keunggulan Nutrisi Sukun

Menurut Prof Edi, sukun memiliki keunggulan karena kaya akan serat dan memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan dengan singkong. "Sukun juga memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik dibandingkan singkong. Namun, setiap bahan pangan memiliki keunggulan masing-masing dan saling melengkapi, sehingga tidak perlu dipertentangkan," ujarnya dalam laman IPB.

Prof Edi menjelaskan bahwa suatu bahan pangan dapat disebut 'superfood' jika memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, tidak mengandung antinutrisi, memberikan manfaat kesehatan, serta dapat dibudidayakan dengan emisi karbon yang rendah. "Berdasarkan berbagai kajian dan pengamatan di lapangan, sukun memenuhi ketiga kriteria itu," ungkapnya.

Beragam Olahan Sukun

Selain bisa direbus atau digoreng, sukun juga dapat diolah menjadi berbagai produk pangan lainnya, termasuk tepung. Tepung sukun dapat digunakan untuk membuat berbagai produk modern seperti roti, mi, dan aneka makanan olahan lainnya. Kadar serat dan asam lemak omega-3 yang terdapat pada sukun memiliki manfaat bagi kesehatan kulit dan membantu melancarkan buang air besar.

Prof Edi menekankan bahwa potensi sukun sebagai 'superfood' juga didukung oleh kemampuannya beradaptasi dengan perubahan iklim. Pohon sukun dapat tumbuh dengan baik di daerah dengan curah hujan tinggi maupun di wilayah yang lebih kering. "Dengan perawatan yang relatif minim, pohon sukun tetap mampu berproduksi hampir sepanjang tahun," katanya.

Pohon sukun dikenal cepat berbuah, biasanya mulai berbuah pada usia 3-4 tahun. Setelah itu, pohon ini dapat berbuah sepanjang tahun dengan musim panen yang umumnya terjadi antara Januari hingga Maret. Bagi yang belum mengenal sukun, ciri-cirinya adalah berwarna hijau dengan kulit yang agak kasar. Teksturnya saat mentah cenderung keras, sedangkan saat matang akan terasa lunak saat ditekan.

Apakah Anda sudah pernah mencicipi buah sukun?

detik.com Sumber: detik.com

Artikel Terkait