Jakarta, CNN Indonesia -- Survei yang dilakukan oleh Poltracking Indonesia menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran mencapai 63,2 persen. Peneliti utama Poltracking, Masduri Amrawi, menyatakan bahwa hasil ini menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat masih memiliki keyakinan terhadap pemerintahan yang ada.
"Kepercayaan ini mencerminkan harapan masyarakat yang kuat agar pemerintah terus melakukan langkah perbaikan kinerja secara berkelanjutan. Publik juga meyakini bahwa pemerintahan Prabowo-Gibran memiliki komitmen dan kapasitas mumpuni untuk segera membenahi berbagai tantangan ekonomi nasional," ungkap Masduri dalam keterangan tertulisnya pada Senin (31/8).
Kepuasan Masyarakat dan Kinerja Pemerintah
Survei ini juga mencatat bahwa tingkat kepuasan masyarakat berada di angka 55,1 persen. Angka ini menunjukkan bahwa berbagai program strategis yang diluncurkan oleh kabinet telah memberikan dampak positif, sehingga tingkat persetujuan cenderung stabil.
Dalam survei tersebut, kinerja pemerintah di berbagai sektor pembangunan juga diukur. Sektor pendidikan mencatatkan tingkat kepuasan tertinggi dengan 63,9 persen, diikuti oleh bidang sosial budaya sebesar 63,7 persen, dan sektor kesehatan dengan 62,6 persen.
Kepercayaan Terhadap Institusi Negara
Kepercayaan publik juga tinggi terhadap berbagai institusi negara. Tentara Nasional Indonesia (TNI) mendapatkan predikat sebagai lembaga paling dipercaya dengan skor 67,9 persen, sementara institusi Kepresidenan memperoleh angka 57,7 persen. Selain itu, survei menemukan bahwa 51,9 persen responden setuju bahwa penyegaran jajaran menteri diperlukan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan penegakan hukum.
"Kami melihat ada antusiasme dan keyakinan publik bahwa segala masukan akan dijawab dengan langkah taktis serta penyempurnaan program oleh pemerintah," tambahnya.
Poltracking melaksanakan survei nasional pada pertengahan Agustus 2026 dengan metode stratified multistage random sampling. Pengambilan data dilakukan antara 14 hingga 20 Agustus 2026, melibatkan 1.220 responden dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Klaster survei mencakup 38 provinsi di seluruh Indonesia, proporsional berdasarkan data jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 2024, dan stratifikasi survei ini didasarkan pada proporsi jenis kelamin pemilih. Data dikumpulkan oleh pewawancara terlatih melalui wawancara tatap muka dengan responden yang terpilih secara acak, serta didukung oleh teknologi aplikasi. Setiap pewawancara mewawancarai 10 responden untuk setiap desa atau kelurahan yang dipilih.