Fakta Nasional

Tanggapan Anggota Dewan terhadap Malaysia dan Singapura Terkait Karhutla di Indonesia

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan menarik perhatian, dengan anggota dewan meminta negara tetangga berkontribusi dalam pencegahan. Asap kebakaran telah menyebar hingga ke Malaysia dan Singapura,...

W
Wira Yudha
22 August 2026
25 pembaca
Foto: Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang dok. DPR RI
Foto: Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang dok. DPR RI

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan saat ini mendapatkan perhatian serius. Selain dipicu oleh musim kemarau dan fenomena El Nino, para legislator juga mengarahkan perhatian kepada negara-negara tetangga yang dianggap memiliki peran dalam masalah ini. Asap dari kebakaran lahan di Kalimantan telah menyebar ke wilayah Malaysia dan Singapura, yang kemudian meminta pemerintah Indonesia untuk segera melakukan penanganan.

Seruan untuk Kerjasama dalam Pencegahan Karhutla

Menanggapi situasi ini, Ketua Komisi VIII DPR, Marwan Dasopang, menyampaikan pendapatnya. Dia menekankan pentingnya negara-negara tetangga untuk turut berkontribusi dalam upaya pencegahan karhutla di Indonesia, mengingat mereka juga memiliki kebun sawit di wilayah tersebut. "Ya saya kira kita memberi penjelasan pemahaman ke negara tetangga bahwa Indonesia agak rumit juga menanganinya karena luasnya wilayah," ungkap Marwan di gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Marwan juga mengingatkan bahwa Malaysia dan Singapura memiliki aktivitas perkebunan di Indonesia. Dia berharap negara-negara tersebut dapat berpartisipasi dalam upaya pencegahan karhutla. "Tapi perlu juga disadarkan bahwa Malaysia, Singapura juga punya kebun juga di Indonesia. Ya jangan hanya memprotes tapi ikut dong pencegahan, dia buka sawit juga di sini, baik perusahaan maupun orang per orang, gitu," tambahnya.

Peran Negara Tetangga dalam Mencegah Kebakaran

Marwan menilai bahwa Singapura dan Malaysia juga memiliki tanggung jawab dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Dia meminta agar kedua negara tersebut tidak hanya mengeluarkan protes. "Jadi jangan asal protes dong, nah itu kira-kira. Justru menurut kita ya mereka punya peran juga dalam munculnya kebakaran hutan ini, gitu. Ya dari sisi kenegaraan kita boleh minta maaf, butuh bantuan, tapi dari sisi perilaku di lapangan mereka juga kurang punya peran di situ," jelasnya.

Seperti yang diketahui, kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah di Kalimantan tidak hanya menimbulkan masalah di dalam negeri, tetapi juga berpotensi mengganggu kualitas udara di negara-negara tetangga. Asap yang dihasilkan dapat meluas dan berdampak pada kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi dari Bernama, Komite Manajemen Bencana Negara Bagian Sarawak (JPBN) melaporkan bahwa 108 sekolah di wilayah Serian, Sarawak, Malaysia, terpaksa ditutup sementara. Indeks Pencemaran Udara (API) di kawasan tersebut telah melebihi batas aman. Pembelajaran di rumah pun diterapkan untuk menjaga agar siswa tetap dapat belajar meskipun sekolah ditutup. "Berdasarkan Rencana Aksi Kabut Nasional, yang berada di bawah yurisdiksi direktur Departemen Pendidikan Negara Bagian Sarawak, sekolah, taman kanak-kanak, dan tempat penitipan anak akan segera ditutup begitu API mencapai 200," jelas JPBN Sarawak dalam pernyataannya.

Artikel Terkait