Fakta Politik

Tanggapan PDIP Terhadap Pertemuan Sekjen Partai Koalisi Prabowo-Gibran

PDIP memberikan tanggapan mengenai pertemuan para sekretaris jenderal partai koalisi pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang berlangsung dalam rangka peringatan HUT ke-81 RI.

N
Narayana Putra
16 August 2026
38 pembaca
Wasekjen dan Ketua DPP PDIP menanggapi pertemuan sekjen partai koalisi menjelang HUT ke-81 RI, menegaskan sikap kritis dan dukungan terhadap pemerintah. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Wasekjen dan Ketua DPP PDIP menanggapi pertemuan sekjen partai koalisi menjelang HUT ke-81 RI, menegaskan sikap kritis dan dukungan terhadap pemerintah. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)

Jakarta, CNN Indonesia -- Pihak PDIP mengungkapkan pandangannya mengenai pertemuan para sekretaris jenderal (sekjen) partai koalisi pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang diadakan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI pada malam hari, Kamis (13/8). Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, Utut Adianto, menyatakan bahwa ia tidak terlalu mempersoalkan pertemuan tersebut dan menganggapnya sebagai bagian dari dinamika politik.

"Kalau saya melihat orang bertemu itu bagian dari part of the game kan, wajar-wajar. Mereka bersatu, mungkin mau satu visi menghadapi APBN, mau satu visi dalam nota keuangan," ungkap Utut setelah sidang Tahunan MPR di kompleks parlemen, Jakarta, pada Jumat (14/8).

Pendekatan PDIP Terhadap Kebijakan Pemerintah

Utut juga menegaskan bahwa PDIP akan tetap bersikap proporsional dalam mendukung dan mengkritisi kebijakan pemerintah. "Kalau kita kan memang mendukung, tetapi kalau ada yang dirasakan nggak pas, kita memberikan kritikan. Tetapi tidak menghajar ya, memberikan kritikan," jelasnya.

Absen dalam Pertemuan Koalisi

Sementara itu, Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, menyatakan bahwa partainya tidak mempermasalahkan ketidakhadiran dalam pertemuan antara sekjen partai koalisi. Djarot menegaskan bahwa PDIP telah mengambil sikap untuk berada di luar pemerintahan. "Dan PDIP Perjuangan itu tetap meskipun berada di luar pemerintahan mengkritisi kebijakan-kebijakan terutama dari sisi aplikasi kebijakan pemerintahan saat ini, dengan mendengarkan suara dari rakyat," tuturnya.

Pertemuan para sekjen partai koalisi pemerintah berlangsung malam hari sebelum sidang tahunan MPR 2026, yang merupakan bagian dari peringatan HUT ke-81 RI, pada Kamis (13/8). Pertemuan tersebut dilaksanakan di rumah dinas Menteri Luar Negeri sekaligus Sekjen Partai Gerindra, Sugiono, yang terletak di kompleks menteri, Widya Chandra, Jakarta Selatan. Di antara yang hadir adalah Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji, Sekjen PKB Hasanuddin Wahid, Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron, Sekjen PAN Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio, Sekjen PKS Muhammad Kholid, Sekjen NasDem Hermawi Taslim, serta sekjen dari partai non-parlemen.

Dalam keterangan tertulis, Sugiono menyebutkan bahwa pertemuan tersebut bertujuan untuk memperkuat komunikasi antar partai politik dalam koalisi menjelang HUT RI ke-81. "Kami berkumpul dalam suasana kekeluargaan untuk menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus merefleksikan perjalanan koalisi selama hampir dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka," tutupnya.

Artikel Terkait